Barantin Catat Ekspor Durian Beku Sulteng ke China Tembus 7.344 Ton

Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:41:32 WIB
Pekerja packing house di Kabupaten Parigi Moutong membuka durian montong untuk dikemas sebelum dilakukan pengiriman ke negara tujuan

JAKARTA - Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyampaikan bahwa pengiriman ekspor produk durian beku asal Sulawesi Tengah (Sulteng) ke Tiongkok menunjukkan tren kenaikan berkelanjutan semenjak awal 2026.

"Jika selama Januari hingga Mei 2026 terjadi ekspor sebanyak 6.615 ton, lalu terus meningkat dan tercatat Januari hingga Juli 2026 ekspor durian beku ke China mencapai 7.344 ton," kata Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Tengah/Barantin Ahmad Mansur Alfian di Palu, Selasa.

Diri menerangkan, aktivitas ekspor durian beku dari wilayah Sulteng menuju pasar Tiongkok baru direalisasikan pada 2026, sehingga belum ada rekam jejak pengiriman komoditas tersebut pada tahun-tahun sebelumnya.

Hingga kurun waktu Juli, terdata sebanyak 272 kontainer durian beku asal Sulteng telah diberangkatkan menuju Tiongkok melalui Pelabuhan Pantoloan Palu.

Tiap-tiap kontainer mengangkut muatan kisaran 27 ton durian beku, yang mengantongi estimasi nilai komoditas berkisar Rp2,5 miliar hingga Rp2,8 miliar per unit kontainer.

"Kalau dihitung dari jumlah kontainer, potensi nilai ekspor durian beku Sulteng cukup besar. Sampai saat ini juga belum ada komplain dari pihak China terkait komoditas yang dikirim," ujarnya.

Diri menyebutkan lonjakan permintaan dari pasar Tiongkok menjadi momentum emas bagi para pengusaha di Sulteng untuk memacu kapasitas produksi, sekaligus meluaskan jangkauan ekspor hasil hortikultura daerah.

Saat ini tercatat ada tujuh korporasi packing house (PH) di Sulawesi Tengah yang secara aktif menjalankan ekspor durian beku ke Tiongkok.

Barantin, lanjutnya, secara konsisten menjalankan monitoring dan memastikan terpenuhinya regulasi karantina atas komoditas yang diekspor demi mempertahankan mutu serta keamanan bahan pangan.

"Ini menjadi peluang bagi komoditas durian untuk semakin dikenal dan diterima di pasar internasional," ucap Alfian.

Diri menambahi, aktivitas ekspor durian wajib diimbangi dengan keunggulan kualitas produk dan standar mutu internasional, yang mana peningkatan volume ekspor ini membuka peluang makin luas bagi masuknya investasi, hilirisasi, serta penguatan kesejahteraan petani.

Terkini