Kemenekraf Sebut Ekspor Gim Lokal Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia

Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:08:32 WIB
Direktur Gim Kementerian Ekonomi Kreatif Luat Sihombing.

JAKARTA - Direktur Gim Kementerian Ekonomi Kreatif Luat Sihombing mengungkapkan bahwa pasar internasional yang mengonsumsi produk gim buatan Indonesia berpotensi menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional lewat pengiriman ekspor produk digital.

Luat menyampaikan berdasarkan data yang diterbitkan Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), nilai sumbangsih gim lokal pada 2024 terdaftar sebesar Rp750 miliar dengan potensi pasar global yang menembus kisaran 8 miliar jiwa.

“Rp700-an miliar tadi itu tidak dikonsumsi di lokal saja, tapi juga justru kebanyakan di global. Hal ini menunjukkan bahwa industri gim Indonesia memiliki peluang untuk berkembang sebagai salah meledak produk ekspor ekonomi kreatif,” kata Luat dalam acara peluncuran Nintendo Switch, di Jakarta, Selasa.

Luat mengutarakan bahwa ekspansi industri gim diprediksi menembus 18,22 persen yang merupakan akumulasi dari subsektor aplikasi beserta gim. Di sisi lain, bila mencermati pasar gim secara umum di Tanah Air, laju pertumbuhannya konsisten berada di angka 4 persen saban tahun dalam kurun waktu belakangan.

Diri menyampaikan bahwa potensi industri gim nasional tak cuma bersumber dari pasar dalam negeri, melainkan juga pasar internasional yang sanggup melipatgandakan nilai ekspor komoditas digital.

Sebagai gambaran, terdapat gim buatan pengembang lokal yang hanya menggaet 30 persen konsumen dari pasar domestik, sementara 70 persen sisanya didominasi oleh pengguna mancanegara. Realita ini membuktikan bahwa gim merupakan produk ekspor digital yang amat menjanjikan.

Lantaran hal itu, pemerintah gencar menggalang sinergi bersama Kementerian Perdagangan supaya komoditas ekspor Indonesia tidak sekadar berupa fisik barang, melainkan mencakup hasil karya digital seperti gim.

Luat menilai kedatangan Nintendo secara resmi di Indonesia sanggup mempererat jejaring antara platform global dengan ekosistem gim lokal, baik bagi para pemain maupun pengembang.

Menurut pertimbangannya, langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendekatkan pengembang Indonesia ke panggung platform dunia. Melalui kanal yang makin terbuka lebar, Nintendo diharapkan mampu melirik potensi pengembang lokal yang selama ini telah mengukir karya dan mengamankan posisi di pasar global.

“Karena ini usaha kami buat bahwa sejalan ketika mereka masuk ke pasar Indonesia tidak hanya melihat pasarnya sendiri, tapi juga melihat produsen Indonesia, developer Indonesia yang bisa berkontribusi di ekosistem Nintendo yang mana itu akan meningkatkan nilai ekspor dari Indonesia sendiri,” kata Luat.

Luat turut menambahkan bahwa melimpahnya jumlah pengguna Nintendo menjadi daya pikat tersendiri. Secara global, total penjualan Nintendo Switch generasi awal telah menyentuh angka 158 juta unit, sedangkan Nintendo Switch 2 telah membukukan angka penjualan berkisar 20 juta unit berdasarkan rincian data dalam paparan tersebut.

Kuantitas basis pengguna yang amat masif tersebut sekaligus memperlihatkan betapa luasnya jangkauan pasar yang dapat diraih pengembang Indonesia apabila berhasil menciptakan gim yang diterima baik dalam ekosistem Nintendo.

Atas dasar itulah, investasi Nintendo di Indonesia tidak semata-mata diukur dari pembangunan sarana fisik atau kehadiran ekspansi bisnisnya saja.

Lebih dari itu, penanaman modal tersebut dipandang sebagai investasi strategis atas kemudahan akses pengembang Indonesia menuju platform global, yang pada akhirnya sanggup mendongkrak angka ekspor sektor ekonomi kreatif nasional.

Terkini