Suntikan Dana Rp70 Triliun ke Himbara Buka Peluang Ekspansi Kredit BMRI

Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:58:01 WIB
Bank Mandiri.

JAKARTA - Peluang ekspansi pertumbuhan penyaluran kredit PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) makin terbuka lebar seusai langkah pemerintah yang kembali mengucurkan tambahan alokasi dana saldo anggaran lebih (SAL) berkisar Rp70 triliun ke jajaran himpunan bank milik negara (Himbara).

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyampaikan bahwa perseroan pada prinsipnya menyambut positif kebijakan pemerintah yang kembali menempatkan simpanannya di perbankan pelat merah.

Meski demikian, dirinya tidak membeberkan secara spesifik rincian besaran nominal dana yang dialokasikan pemerintah ke Bank Mandiri.

“Ya kita terima, yang namanya penempatan oleh Kementerian Keuangan kan selalu kita sebagai bank Himbara terima dengan baik,” kata Riduan saat ditemui di sela-sela UMKM Finance Summit di Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).

Menurut penjelasannya, langkah penempatan dana oleh pemerintah di perbankan Himbara bertujuan menjaga daya tahan likuiditas industri bank.

Bank Mandiri pun merespons baik keputusan tersebut lantaran pasokan likuiditas ekstra memberi kelonggaran bagi bank untuk terus mengakselerasi ekspansi pembiayaan kredit.

“Itu bagus karena bisa menambah likuiditas di perbankan, sehingga bank punya ruang untuk bisa terus melakukan ekspansi pertumbuhan kreditnya,” ujarnya.

Beriringan dengan masuknya suntikan dana sekitar Rp70 triliun, pihak pemerintah sekaligus memperpanjang masa penempatan dana senilai Rp200 triliun hingga periode Juli 2027.

Diri menilai kepastian perpanjangan tenor tersebut menjadikan proyeksi ketersediaan likuiditas perbankan lebih terukur dalam menopang kebutuhan ekspansi usaha hingga paruh kedua tahun ini.

“Likuiditas kami jadinya lebih bisa terukur ya, untuk mendukung pertumbuhan sampai nanti semester kedua di 2026,” ujarnya.

Berdasarkan catatan rujukan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyuntikkan tambahan dana SAL berkisar Rp70 triliun ke Himbara serta memperpanjang durasi penempatan dana senilai Rp200 triliun hingga Juli 2027.

Secara terperinci, Purbaya mengonfirmasi telah menyalurkan Rp40 triliun ke Himbara pada hari ini dan mengeksekusi sisa Rp30 triliun pada pekan mendatang.

Diri mengutarakan bahwa tambahan dana SAL ini membuat total akumulasi simpanan pemerintah di perbankan BUMN menembus hampir Rp400 triliun.

“Jadi kira-kira total di sistem perbankan pemerintah hampir Rp400 triliun seperti yang saya janjikan dulu. Ini untuk mendorong, menambah likuiditas di sistem perbankan sehingga ekonomi bisa jalan lebih cepat,” terang Purbaya kepada wartawan di kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Selain agenda penambahan, porsi Rp200 triliun dari total dana SAL di Himbara akan diendapkan dengan durasi lebih panjang hingga Juli 2027, dari skema awal yang semula ditargetkan hanya mendekam sampai penghujung 2026.

Akan tetapi, selepas menyerap masukan dari perbankan pelat merah, Purbaya menetapkan porsi terbesar dana SAL tersebut ditempatkan lebih lama agar pihak perbankan memiliki kepastian lebih tinggi dalam mengucurkan kredit.

Terkini