Mensesneg Evaluasi Manuver Udara dan Tambah Porsi Latihan Paskibraka

Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:39:02 WIB
Gladi Kotor HUT Ke-81 RI.

JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang bertugas sebagai Ketua Panitia Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, mengungkapkan bahwa masih ada beberapa poin evaluasi dari pelaksanaan gladi kotor pertama Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu.

Prasetyo menjelaskan bahwa evaluasi tersebut salah satunya berkaitan dengan koordinat lintasan pesawat serta helikopter saat melakukan atraksi udara. Penyesuaian ini bertujuan agar posisi manuver benar-benar tepat dan sejajar jika dilihat dari podium utama tempat Presiden Prabowo Subianto beserta para tamu undangan menyaksikan acara.

"Tadi beberapa kali sudah langsung coba kami evaluasi. Misalnya dari sisi koordinat ya, koordinat supaya betul-betul center posisi dari manuver baik pesawat maupun heli dari sisi podium utama di mana nanti Bapak Presiden beserta dengan para tamu menyaksikan," ujar Prasetyo.

Prasetyo menyampaikan bahwa penyesuaian titik koordinat tersebut langsung dikaji setelah porsi latihan selesai. Langkah penyesuaian ini amat penting agar seluruh atraksi udara dapat disajikan secara presisi dan sesuai rencana saat hari pelaksanaan upacara.

Pada agenda gladi kotor tersebut, atraksi demonstrasi udara mengerahkan kurang lebih 81 unit pesawat serta helikopter. Prasetyo pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap prajurit TNI, khususnya para pilot penerbang yang tampil dalam latihan tersebut.

Di samping atraksi udara, Prasetyo turut menuturkan adanya penyesuaian teknis bagi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Salah satu kendala utama yang mempengaruhi gerakan pasukan adalah tekstur dan ketebalan rumput di area halaman Istana.

Kondisi permukaan rumput Istana yang cenderung lebih tebal dibanding arena latihan sebelumnya membuat para anggota Paskibraka memerlukan pembiasaan ulang dalam melangkah.

"Contohnya adalah tebal rumput di halaman Istana. Itu secara teknis juga tadi mempengaruhi kebiasaan adik-adik kami yang biasanya secara teknis nih keras rumputnya atau lapangannya. Nah di istana cukup tebal, jadi butuh sedikit penyesuaian," jelas Prasetyo.

Melihat kondisi tersebut, jajaran pelatih Paskibraka mengajukan permohonan jam latihan mandiri tambahan di luar agenda utama. Izin tersebut langsung diberikan demi memastikan para anggota Paskibraka dapat tampil maksimal dan beradaptasi penuh dengan medan halaman Istana.

"Jadi tadi para pelatih minta izin untuk menambah porsi latihan dan tadi langsung kami sebagai penanggung jawab, kami akan izinkan meskipun di luar jadwal yang awal untuk baik gladi parsial maupun gladi kotor. Teman-teman minta untuk ada perkenankan untuk tambah, tambah jam latihan mandiri," katanya.

Terkini