Baznas Gandeng CIDE Australia Bangun Pusat Komunitas Muslim di Sydney

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:09:01 WIB
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dan Centre for Islamic Dakwah and Education (CIDE) menjajaki peluang kerja sama terkait penggalangan dana untuk pembangunan pusat komunitas Muslim di Sydney, Australia dalam audiensi CIDE ke Kantor Baznas RI, Jakarta,

JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Centre for Islamic Dakwah and Education (CIDE) mulai menjajaki peluang kemitraan untuk mendirikan pusat komunitas Muslim Indonesia di Sydney, Australia.

Pimpinan Baznas RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menjelaskan bahwa proses mobilisasi dana bakal menerapkan skema co-fundraising yang transparan dan dapat diawasi secara terbuka oleh kedua belah pihak.

"Kalau kami bisa fundraising-kan, berapapun dana terkumpul bisa membantu pembangunan ini," katanya.

Rizaludin menegaskan bahwa pihak lembaga memiliki rekam jejak yang teruji dalam mengelola penghimpunan dana berbasis program tematik bersama bermacam yayasan kemanusiaan.

Sinergi ini diharapkan mampu mengoptimalkan pengumpulan donasi melalui ekosistem lembaga yang memiliki basis donatur luas. Ke depan, pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Australia juga berpeluang direalisasikan sesuai aturan setempat.

"Penggalangan dana melalui kelembagaan resmi Baznas juga akan menjamin legalitas, transparansi, serta jangkauan publikasi yang lebih aman dan terpercaya, bahkan bisa saja nanti dibentuk UPZ di Australia" ujar Rizaludin Kurniawan.

Pada kesempatan yang sama, Pengurus CIDE Sydney, Shaifurrokhman Mahfudz, mengungkapkan rencana penggalangan dana ini ditujukan guna menghadirkan pusat kegiatan warga Muslim Indonesia di Australia.

Langkah strategis ini diambil lantaran selama sembilan tahun terakhir komunitas Muslim Indonesia di Sydney harus menyewa tempat untuk menjalankan beragam agenda dakwah dan pembinaan warga diaspora.

Shaifurrokhman menambahkan, inisiatif awal ini penting guna menghadirkan rumah ibadah permanen sekaligus memastikan tata kelola donasi lintas negara tetap patuh pada hukum keuangan Indonesia maupun Australia.

"Jadi karena itu sebelum kami melangkah di sana, kami harus sowan dulu ke Baznas, meminta pandangan, masukan, dan seterusnya," tutur Shaifurrokhman Mahfudz.

Terkini