Pegadaian Bersama OJK Dorong Literasi Finansial Generasi Muda

Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:38:02 WIB
PT Pegadaian (Persero) [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Pegadaian (Persero) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur menggugah kesadaran generasi muda agar senantiasa mengelola sektor keuangan secara sehat, sehingga memiliki kapasitas untuk mencapai kemandirian finansial dengan aman.

"Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di masa depan. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak sejak dini," kata Direktur Jaringan dan Operasi Pegadaian Eka Pebriansyah di Kampus Universitas Airlangga, Surabaya, Jatim, Kamis (13/8/2026).

Eka memberikan penekanan bahwa kalangan generasi muda seperti mahasiswa memang pada umumnya masih bergantung pada kiriman dana dari orang tua mereka, kendati demikian pola kebiasaan dalam pengelolaannya wajib ditanamkan sejak dini, terlebih di tengah gempuran era digital yang menyimpan beragam tantangan serta potensi risiko tersendiri.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa para anak muda mutlak perlu menguasai pemahaman dasar mengenai tata cara menyusun anggaran pribadi, mengatur keseimbangan arus kas, memahami urgensi kepemilikan dana darurat, menyusun perencanaan keuangan untuk jangka panjang, hingga mengenal ragam instrumen investasi yang bisa dipilih secara selektif sesuai dengan target finansial masing-masing individu.

"Kami ingin mahasiswa tidak hanya mampu mengambil keputusan finansial yang tepat, tetapi juga menjadi agen literasi keuangan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya," ujar Eka.

Senior Officer Pegadaian (Persero) Area Surabaya 1 Eko Ngardiyanto memberikan contoh konkret bahwa generasi muda dapat mengoptimalkan pengelolaan keuangan mereka melalui langkah investasi emas, sebab instrumen tersebut terbukti ampuh melawan inflasi sehingga sangat ideal dijadikan pilihan instrumen lindung nilai demi mengamankan masa depan.

"Saatnya mandiri mengatur cashflow sendiri. Nabung emas itu bisa dimulai hanya Rp10 ribu saja. Dimulai sedikit dan dimulai langkah kecil bisa berguna buat 5-10 tahun ke depan," kata Eko.

Sementara itu, Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Jatim Indrawan Nugroho Utomo menyampaikan pandangannya bahwa kelompok generasi muda memegang peluang yang sangat terbuka lebar guna membangun masa depan finansial yang lebih cemerlang di tengah laju perkembangan teknologi digital yang begitu masif, mengingat kemudahan akses terhadap berbagai produk layanan maupun instrumen finansial kini semakin praktis dijangkau.

Di sisi lain, Indra memberikan peringatan keras bahwa kemudahan akses yang ditawarkan oleh era kemajuan teknologi tersebut tetap harus disikapi secara waspada, mengingat maraknya berbagai modus kejahatan berbasis online mulai dari jeratan pinjaman online ilegal, aktivitas judi online, ancaman phising, hingga aksi kejahatan carding.

Terlebih lagi, menurut pengamatannya, masih banyak kalangan mahasiswa yang belum memiliki manajemen pengelolaan finansial secara bijaksana, yang salah satu indikasinya terlihat dari maraknya penggunaan fasilitas paylater yang gencar dipromosikan di berbagai platform perdagangan elektronik (e-commerce).

Ia menuturkan bahwa layanan paylater sebenarnya merupakan instrumen yang legal, namun apabila pola pembayaran yang dilakukan tidak disiplin, hal tersebut secara langsung akan mencoreng catatan rekam jejak pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) akibat banyak kasus penggunaan yang di luar kendali hingga berujung pada kegagalan bayar.

"Pelaku kejahatan keuangan tidak mengenal hari libur dan menyasar generasi muda seperti mahasiswa yang minim literasi. Tantangan rendahnya pemahaman terhadap pengelolaan keuangan, risiko investasi, hingga maraknya berbagai penawaran keuangan yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan maupun profil risiko individu," katanya.

Terkini