MBMA Terbitkan Obligasi Rp2,33 Triliun dengan Kupon hingga 10,50%

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:47:31 WIB
Suasana pabrik PT ESG New Energy Material, usaha patungan PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) melaksanakan aksi penerbitan instrumen obligasi dengan nilai total mencapai Rp2,33 triliun yang ditujukan untuk mempercepat pelunasan kewajiban utang dalam denominasi dolar Amerika Serikat yang dijadwalkan akan jatuh tempo pada bulan September 2026.

Berdasarkan lembar prospektus obligasi yang dirilis, pihak MBMA diagendakan untuk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Merdeka Battery Materials Tahap V Tahun 2026 dengan jumlah pokok sebesar Rp2,33 triliun. 

Penawaran Umum Berkelanjutan ini merupakan bagian dari keseluruhan target pengumpulan dana melalui skema Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I Merdeka Battery Materials yang dipatok sebesar Rp16 triliun.

Hingga saat ini, pihak MBMA tercatat telah mengeksekusi program PUB Obligasi Berkelanjutan I tersebut dengan nilai kumulatif mencapai Rp11,16 triliun.

Instrumen Obligasi Berkelanjutan I MBMA Tahap V Tahun 2026 ini diterbitkan dengan membaginya ke dalam tiga varian seri. Seri A menawarkan jumlah pokok senilai Rp1,71 triliun dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 9% per tahun serta masa tenor selama 367 hari kalender terhitung sejak tanggal emisi.

Seri B memiliki besaran pokok Rp529,97 miliar dengan tingkat suku bunga tetap 10% per tahun serta tenor selama tiga tahun. Sementara itu, untuk Seri C mempunyai nilai pokok sebesar Rp95,34 miliar dengan penawaran suku bunga tetap mencapai 10,5% per tahun serta rentang tenor lima tahun.

Pembayaran kupon bunga obligasi ini dijadwalkan untuk dibayarkan secara berkala setiap tiga bulan sekali. Pembayaran kupon bunga perdana direncanakan jatuh tempo pada tanggal 1 Desember 2026, sedangkan pelunasan nilai pokok obligasi akan dilunasi secara sekaligus bertepatan dengan tanggal jatuh tempo dari masing-masing seri.

Perolehan dana bersih hasil dari penerbitan obligasi ini, seusai dikurangi dengan berbagai komponen biaya emisi, yakni sekitar Rp2,33 triliun atau setara dengan kisaran US$130,7 juta, seluruhnya akan dialokasikan untuk melunasi pembayaran dipercepat atas sebagian pokok utang Fasilitas B yang mengacu pada ketentuan Perjanjian Fasilitas Kredit MBMA senilai US$250 juta.

Perjanjian fasilitas kredit tersebut sebelumnya telah ditandatangani pada tanggal 3 Oktober 2025 dengan total plafon fasilitas pokok mencapai US$250 juta. Proses pembayaran kewajiban ini rencananya akan disalurkan kepada para kreditur melalui perantara PT Bank CIMB Niaga Tbk. (CIMB).

Berdasarkan posisi per tanggal 11 Agustus 2026, total sisa saldo pinjaman pada Fasilitas B tercatat berada di angka US$150 juta atau kurang lebih setara dengan Rp2,67 triliun. Fasilitas pinjaman tersebut dijadwalkan jatuh tempo pada tanggal 28 September 2026. Pihak MBMA pun akan memanfaatkan perolehan dana dari emisi obligasi ini untuk melunasi keseluruhan sisa pokok utang pada Fasilitas B tersebut.

Selepas proses pembayaran rampung, sisa saldo kewajiban MBMA pada Fasilitas B diproyeksikan tinggal menyisakan sekitar US$19,3 juta.

Dengan memperhitungkan asumsi kurs tengah Bank Indonesia per tanggal 11 Agustus 2026 yang berada di level Rp17.795 per dolar AS, total estimasi kebutuhan dana untuk melunasi utang Fasilitas B tersebut menyentuh angka sekitar Rp2,67 triliun. Di sisi lain, perolehan dana bersih (net proceeds) yang berhasil dihimpun dari hasil penerbitan obligasi ini berada di kisaran Rp2,33 triliun.

Dalam rangka penerbitan surat utang ini, pihak MBMA sukses mengantongi peringkat idA atau setara dengan Single A dari lembaga pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Bertindak sebagai pihak penjamin pelaksana emisi obligasi sekaligus penjamin emisi obligasi adalah konsorsium sekuritas yang terdiri atas PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk., PT Sucor Sekuritas, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT Bahana Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, serta PT Mandiri Sekuritas. Adapun posisi wali amanat dalam penerbitan ini dipegang oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Terkini