Keluar dari MSCI, GOTO Pastikan Kinerja Keuangan Tetap Solid

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:41:32 WIB
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) [FOTO: NET].

JAKARTA - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memberikan tanggapan resmi sehubungan dengan pengumuman dikeluarkannya saham GOTO dari jajaran Indeks Standar Global MSCI (MSCI Global Standard Indexes). 

Pengumuman tersebut resmi dipublikasikan berdasarkan hasil pelaksanaan Tinjauan Indeks Agustus (August Index Review 2026) yang dirilis pada tanggal 12 Agustus 2026 dan dijadwalkan mulai berlaku efektif terhitung pada tanggal 31 Agustus 2026.

Head of Corporate Affairs GoTo, Audrey Petriny, mengemukakan bahwa pihak perusahaan menaruh perhatian penuh terhadap keputusan MSCI terkait eksklusi saham GoTo dari indeks global tersebut, serta menyadari bahwa dinamika ini menjadi kabar yang kurang menggembirakan bagi sebagian besar pemegang saham perseroan.

“Keputusan ini murni bersifat teknis, menyusul harga saham GoTo yang berada di level terendah Rp50 dan diikuti dengan volume perdagangan yang rendah dan tidak disebabkan oleh kinerja Perseroan,” kataya dalam keterangan resmi, Kamis (13/8/2026).

Lebih lanjut, Audrey memaparkan bahwa catatan performa kinerja keuangan perseroan pada kuartal kedua justru menunjukkan tren positif dengan berhasil membukukan laba bersih selama dua kuartal berturut-turut.

Besaran perolehan laba bersih tersebut mencapai angka Rp252 miliar dengan total perolehan pendapatan bersih sebesar Rp5,7 triliun.

Di samping itu, capaian indikator EBITDA Grup yang disesuaikan juga terpantau mengalami peningkatan signifikan hingga berhasil menembus level Rp1 triliun untuk pertama kalinya, serta tetap berada pada jalurnya (on-track) untuk memenuhi target panduan kinerja tahunan perseroan dengan kisaran EBITDA grup yang disesuaikan sebesar Rp3,2 hingga Rp3,4 triliun.

“Keputusan peninjauan indeks dilakukan secara berkala dan kami akan terus menjalin dialog aktif dengan MSCI. Sementara itu, kami akan tetap fokus mengelola bisnis untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham,” kata Audrey.

Sebagai informasi tambahan, selain saham GOTO, emiten PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) turut dikeluarkan dari daftar Indeks Standar Global MSCI. Kendati demikian, saham CPIN dialihkan dengan dimasukkan ke dalam indeks MSCI Global Small Cap Indexes.

Sementara itu, saham GOTO sendiri terpantau masih tercatat aktif di dalam jajaran indeks utama di Bursa Efek Indonesia (BEI), di antaranya mencakup indeks LQ45, IDX30, IDX80, serta KOMPAS100.

Seluruh indeks acuan tersebut menggunakan kriteria seleksi yang ketat, meliputi metode pemilihan konstituen berdasarkan parameter kuantitatif maupun kualitatif seperti tingkat likuiditas transaksi di pasar reguler, kapitalisasi pasar free float, fundamental kinerja keuangan, aspek kepatuhan, dan lain sebagainya.

Sebelumnya, jajaran manajemen GOTO telah menegaskan komitmen Perseroan untuk mempertahankan pedoman target kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan untuk periode setahun penuh pada kisaran Rp3,2 hingga Rp3,4 triliun.

Perseroan bahkan melakukan penyesuaian dengan menaikkan target panduan kinerja segmen Fintech menjadi kisaran Rp1,7 hingga Rp1,8 triliun dari estimasi sebelumnya yang berada di angka Rp1,4 hingga Rp1,5 triliun, seiring dengan dinamika bisnis yang terus menunjukkan keunggulan.

Kendati demikian, perseroan juga melakukan penyesuaian penurunan pada panduan kinerja segmen On-demand Services menjadi kisaran Rp1,4 hingga Rp1,5 triliun dari target awal Rp1,7 hingga Rp1,8 triliun, sebagai implikasi langsung dari pemberlakuan ketentuan besaran komisi aplikasi sebesar 8%.

Terkini