Ahmad Muzani Ajak Dunia Hentikan Perang dan Utamakan Diplomasi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:44:02 WIB
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani [FOTO: NET].

JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Ahmad Muzani mengajak untuk menyudahi segala bentuk peperangan di kawasan Timur Tengah serta berbagai wilayah lain di bumi.

Dia menuturkan bahwa agresi terhadap suatu negara yang berdaulat sama sekali tidak bisa diterima karena keutuhan wilayah serta kemerdekaan politik tiap-tiap negara wajib dijunjung tinggi.

"Tidak boleh ada negara mana pun yang merasa berhak untuk menentukan nasib bangsa lain," ujar Muzani saat menyampaikan pidato pengantar pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Sehubungan dengan hal tersebut, dirinya mendorong seluruh pemerintahan negara agar senantiasa mendahulukan jalur diplomasi guna menyelesaikan segala macam perbedaan.

Berdasarkan pandangannya, seluruh umat manusia di bumi tidak boleh kehabisan akal dan kesabaran demi mengupayakan perdamaian lewat forum perundingan.

Lebih lanjut ditegaskan bahwa terciptanya perdamaian mencerminkan keberanian untuk mengekang ego, kerelaan untuk saling menyimak, serta kecakapan dalam memprioritaskan keselamatan jiwa manusia di atas nafsu berkuasa.

"Dunia tidak membutuhkan perang, dunia membutuhkan keberanian untuk berdamai," ungkapnya.

Muzani mengutarakan bahwa kedaulatan merujuk pada kapasitas suatu bangsa dalam merumuskan arah masa depannya sendiri, mempertahankan teritorialnya, mengayomi warganya, memanfaatkan sumber dayanya, serta bersikap mandiri sesuai kepentingan nasional dan nilai-nilai yang dipegangnya.

Konstitusi Republik Indonesia, sebutnya, memberikan panduan yang amat tegas, yakni kewajiban bangsa untuk turut serta mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian yang kekal, dan keadilan sosial.

Oleh karena itu, sambungnya, prinsip politik luar negeri bebas aktif mengandung arti kebebasan dalam menetapkan sikap yang berpijak pada kepentingan nasional sehingga bersikap netral dan tidak condong ke kubu mana pun.

Pimpinan MPR itu pun menggarisbawahi bahwa Indonesia wajib terus-menerus teguh menolak peperangan sebagai sarana meredakan konflik antarnegara.

"Dalam bahasa yang sederhana sering disampaikan oleh Presiden Prabowo, yaitu seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak," katanya.

Pada hari Jumat ini, jajaran MPR RI, DPR RI, serta DPD RI melangsungkan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI.

Agenda utama acara tersebut di antaranya mendengarkan Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam rangka Penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara sekaligus Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di samping acara pidato, pihak pemerintah turut menayangkan dokumentasi video mengenai rekam jejak keberhasilan kinerja pemerintah.

Rangkaian sidang tahunan ini merupakan agenda resmi kenegaraan dalam rangka menyongsong HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang mengusung tema utama "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".

Terkini