Kinerja Positif CIMB Niaga Catat Laba Bersih Rp3,43 Triliun di 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 | 02:04:02 WIB
Bank CIMB Niaga.

JAKARTA - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatatkan pertumbuhan signifikan pada penyaluran kredit dan pembiayaan sepanjang semester I 2026. Total kredit dan pembiayaan perseroan menembus angka Rp247,2 triliun, atau tumbuh sebesar 6,6 persen secara tahunan.

Pada rentang waktu yang sama, penghimpunan dana murah yang tercermin lewat Current Account and Savings Account (CASA) meningkat 6,9 persen secara tahunan mencapai Rp193,1 triliun. Laba sebelum pajak konsolidasian berada di posisi Rp4,3 triliun, sementara laba bersih mencapai Rp3,43 triliun.

Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga Lani Darmawan menjelaskan bahwa pencapaian positif tersebut ditopang oleh kinerja penyaluran kredit serta penghimpunan dana murah yang konsisten tumbuh.

"Kami bersyukur dapat meraih kinerja yang stabil pada semester pertama 2026, didukung pertumbuhan pada kredit dan dana murah (CASA) yang berkelanjutan, serta implementasi strategi yang disiplin," kata Lani, Jumat (14/8/2026).

Lani memaparkan bahwa pendapatan operasional dan laba operasional sebelum pencadangan masing-masing melaju 6,8 persen dan 6,5 persen secara tahunan. Penguatan kontribusi pendapatan nonbunga juga efektif menopang performa pendapatan secara menyeluruh.

"Di sisi lain, kualitas aset tetap terjaga dengan baik, yang tercermin dari perbaikan gross non-performing loans (“NPL”) menjadi 1,83%. Pada periode yang sama, kami juga secara prudent memperkuat pencadangan untuk perusahaan multifinance sesuai dengan ketentuan regulator yang berlaku. Secara keseluruhan, hasil ini mencerminkan ketahanan fundamental bisnis kami, sekaligus komitmen untuk terus membangun bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” katanya.

Dari aspek struktur permodalan, CAR CIMB Niaga berada di level 23,5 persen dengan LDR sebesar 90,4 persen. Total aset konsolidasian per 30 Juni 2026 menyentuh Rp382 triliun atau terangkat 6,7 persen, sedangkan DPK naik 2,8 persen menjadi Rp269,3 triliun.

Pertumbuhan penyaluran pembiayaan paling dominan disumbangkan oleh segmen perbankan korporasi yang melonjak 13,8 persen secara tahunan. Sementara perbankan komersial tumbuh 4,6 persen, UKM naik 2,9 persen, dan perbankan konsumer tumbuh 0,1 persen.

Di lini perbankan syariah, CIMB Niaga Syariah mempertahankan posisinya sebagai unit usaha syariah terbesar di Indonesia dengan total pembiayaan mencapai Rp54 triliun. Selain itu, perseroan menyalurkan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp66 triliun ke sektor hijau dan UMKM.

Pada ranah digitalisasi, lebih dari 90 persen aktivitas transaksi nasabah diakomodasi melalui jaringan digital seperti OCTO dan OCTOBIZ. Perseroan juga memperluas operasional 38 Digital Branch serta 28 Digital Hub untuk memperkuat ekosistem jaringan layanan.

Lani menegaskan bahwa manajemen bakal melanjutkan eksekusi strategi Forward30 guna mempertahankan laju ekspansi serta memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

"Dengan fondasi yang kuat tersebut, kami akan terus menjalankan strategi Forward30 secara disiplin dengan fokus pada berbagai area pertumbuhan utama. Kami akan terus mendorong pertumbuhan kredit yang berkualitas, memperkuat penghimpunan dana murah (CASA), mendiversifikasi sumber pendapatan, serta mempererat hubungan dengan nasabah melalui layanan wealth management, transaction banking, dan ekosistem digital. Sejalan dengan purpose kami, yaitu Advancing Customers & Society, kami berkomitmen untuk terus tumbuh secara bertanggung jawab sekaligus menciptakan nilai yang bermakna dan berkelanjutan bagi nasabah, pemegang saham, dan masyarakat,” tambah Lani.

Terkini