Strategi BRI Finance Jaga Kualitas Pembiayaan Produktif Tetap Sehat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 02:23:01 WIB
BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance).

JAKARTA - PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menyatakan bahwa tantangan terbesar dalam memacu pembiayaan produktif terletak pada kemampuan menjaga kualitas portofolio di tengah dinamika perekonomian.

Guna mengatasi tantangan tersebut, Corporate Secretary BRI Finance Aditia Fakhri Ramadhani menjelaskan bahwa perseroan secara konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam proses analisis serta persetujuan kredit.

“Kemudian, melakukan pemantauan portofolio secara berkala, serta memperkuat manajemen risiko,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (13/8/2026).

Lewat pendekatan strategis tersebut, manajemen optimistis mampu mengakselerasi pembiayaan produktif, utamanya pada lini alat berat dan modal kerja secara sehat serta berkelanjutan.

BRI Finance menilai sektor pembiayaan produktif, khususnya pembiayaan investasi, masih menyimpan potensi pertumbuhan yang sangat menjanjikan.

“Hal ini didukung oleh meningkatnya aktivitas dunia usaha di berbagai sektor ekonomi yang mendorong kebutuhan pembiayaan untuk ekspansi usaha maupun penguatan kapasitas operasional,” ucapnya.

Kedepan, perseroan berkomitmen mengoptimalkan penetrasi pembiayaan investasi melalui penyaluran yang terukur, penguatan sinergi ekosistem BRI Group, serta penerapan manajemen risiko yang ketat.

“Dengan strategi tersebut, kami optimistis pembiayaan produktif akan terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan sejalan dengan kebutuhan dunia usaha dan arah kebijakan regulator,” tutur Aditia.

Hingga saat ini, kinerja penyaluran pembiayaan produktif perseroan masih menunjukkan tren yang terus meningkat.

BRI Finance bakal menjaga keseimbangan antara laju ekspansi pembiayaan dengan kualitas aset agar seluruh portofolio tetap terkendali.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kontribusi pembiayaan produktif industri multifinance berada di level 44,47 persen dari total penyaluran.

OJK terus mendorong industri multifinance untuk mengoptimalkan pembiayaan ke sektor produktif demi mengejar target 46 persen hingga 48 persen pada periode 2026-2027.

“Termasuk segmen usaha yang memiliki prospek pertumbuhan, dengan tetap menerapkan manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian,” kata Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK Agusman.

Terkini