Ketahui Kebiasaan Olahraga yang Berisiko Mengganggu Kualitas Tidur

Jumat, 14 Agustus 2026 | 03:30:02 WIB
Ilustrasi olahraga intensitas tinggi.

JAKARTA - Psikolog klinis berlisensi dan spesialis tidur asal New York Dr Shelby Harris mengungkapkan bahwa kebiasaan olahraga tertentu berisiko mengganggu kualitas tidur.

Latihan fisik menjelang malam sejatinya dapat membantu kualitas istirahat, namun intensitas yang terlalu berat justru berpotensi memicu masalah tidur.

“Olahraga dengan intensitas tinggi dapat mengganggu tidur jika dilakukan mendekati waktu tidur karena untuk sementara membuat tubuh berada dalam kondisi lebih waspada. Olahraga berat sesaat sebelum tidur dapat membuat tubuh lebih sulit untuk rileks,” kata Harris, mengutip New York Post.

Penelitian menunjukkan bahwa semakin berat jenis latihan fisik yang dilakukan, semakin lama seseorang dapat tertidur serta mengurangi total durasi tidur.

Jenis olahraga berat seperti high-intensity interval training (HIIT), lari intensitas tinggi, dan bersepeda cepat dapat menahan penurunan suhu tubuh alami.

Akibatnya, tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk menjadi rileks dan tahapan tidur terdalam bisa mengalami gangguan sepanjang malam.

Harris menekankan bahwa kunci utamanya terletak pada pengaturan intensitas, di mana joging santai atau bersepeda ringan memberikan efek yang lebih baik bagi tubuh.

Ia merekomendasikan jeda minimal dua jam antara selesai berolahraga berat dengan waktu tidur agar tubuh memiliki kesempatan melakukan pemulihan.

Konsumsi suplemen pre-workout yang mengandung kafein atau zat stimulan lainnya menjelang malam juga disarankan untuk dihindari agar tidak mengganggu saraf.

Sebagai alternatif sebelum tidur, aktivitas fisik berintensitas rendah seperti yoga restoratif, peregangan, atau jalan santai sangat dianjurkan untuk menenangkan tubuh.

Terkini