PLN Kejar Pemulihan Listrik NTT, RS dan Posko Jadi Prioritas

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:53:31 WIB
Ilustrasi PLN. [Foto: esdm.go.id]

KUPANG – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) berupaya keras memulihkan sistem kelistrikan pascabencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang menghentak Laut Flores pada Sabtu (15/8/2026). 

Sampai pukul 11.30 Wita, PLN berhasil menormalkan kembali 429 gardu distribusi dari total 3.478 gardu yang sebelumnya mengalami penanganan imbas guncangan gempa.

Selain gardu distribusi, tercatat 11 gardu induk turut terdampak. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya sudah kembali beroperasi dan menyalurkan aliran listrik.

General Manager PLN UIW NTT F Eko Sulistyono menerangkan, upaya penormalan dijalankan secara bertahap lewat pengecekan serta perbaikan menyeluruh pada rantai sistem kelistrikan, mulai dari pembangkit hingga ke jaringan distribusi.

"Tim PLN terus melakukan pengecekan dan perbaikan, mulai dari pembangkit, transmisi, gardu induk, hingga jaringan distribusi," ujar Eko, Sabtu siang.

Menurut Eko, Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Maumere kini telah dipastikan aman. Fasilitas ini memegang peranan krusial sebagai fondasi awal penormalan sistem pasokan listrik.

"Saat ini PLTMG Maumere telah dinyatakan aman dan menjadi bagian dari langkah awal penormalan sistem," katanya.

Prioritaskan Rumah Sakit dan Posko Bencana

Dalam skema pemulihan ini, PLN mendahulukan penyaluran energi listrik ke fasilitas krusial penunjang penanganan dampak bencana, seperti rumah sakit dan pusat posko pengungsian.

"PLN juga memprioritaskan pasokan listrik untuk fasilitas vital, seperti rumah sakit dan posko bencana," ujar Eko.

Eko memastikan seluruh personil PLN di lapangan masih bersiap untuk mempercepat proses penormalan jaringan listrik di area terdampak.

"Kami memohon doa dan dukungan masyarakat. Seluruh petugas PLN berkomitmen bekerja tanpa henti untuk memulihkan kelistrikan secepat mungkin. Keselamatan adalah prioritas utama kami," kata Eko.

Pihak PLN mengimbau warga agar tidak panik serta terus memperbarui informasi mengenai kondisi kelistrikan melalui platform PLN Mobile, Contact Center 123, maupun saluran informasi resmi PLN lainnya.

Informasi terkini mengenai perkembangan penormalan aliran listrik akan diperbarui oleh PLN secara bertahap.

Gempa M 7,7 Berpusat di Nagekeo

Sebelumnya, gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu pagi. Berdasarkan hasil pemutakhiran data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), titik pusat gempa berada di laut, tepatnya 30 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.

Peristiwa tersebut sempat memicu terbitnya peringatan dini tsunami untuk sejumlah kawasan. Warga, utamanya yang berada di area pesisir pantai, diminta tidak panik dan terus mematuhi panduan pemerintah daerah serta pengumuman resmi dari BMKG.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mengimbau warga untuk menjauhi struktur bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan fisik imbas gempa demi mengantisipasi risiko keselamatan. 

Warga juga dianjurkan tidak mudah terhasut atau menyebarkan warta yang belum terverifikasi kebenarannya.

Sebelumnya, hingga kurun pukul 07.00 WIB, BMKG merekam 54 kali gempa susulan dengan satu di antaranya dirasakan getarannya oleh warga. 

Gempa susulan terbesar yang teridentifikasi berukuran magnitudo 6,2. BMKG masih terus memantau dinamika aktivitas gempa susulan dan fluktuasi permukaan air laut.

Terkini