Konsep Dokter Terbang Pemerintah untuk Daerah Terpencil di Indonesia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:35:02 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memaparkan secara mendalam mengenai konsep layanan dokter terbang yang dirancang khusus oleh pihak pemerintah guna mengakselerasi pemerataan akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan terpencil serta sulit menjangkau fasilitas kesehatan konvensional.

"Kenapa kemudian muncul juga ide mengenai dokter terbang? Istilah terbang itu karena dalam beberapa kali kesempatan kami berkeliling ke seluruh wilayah di Indonesia memang negara kami sangat luas ya, jangkauan fasilitasnya belum merata," kata Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Gagasan inovatif perihal dokter terbang ini sebelumnya sempat disuarakan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto ketika menyampaikan Pidato Penyampaian Pengantar dan Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, pada hari Jumat (14/8).

Menurut keterangannya, pemerintah saat ini tengah menggenjot percepatan pembenahan serta peningkatan mutu fasilitas kesehatan dasar dan rujukan, yang meliputi puskesmas hingga rumah sakit umum daerah (RSUD), demi memangkas jarak tempuh serta efisiensi waktu masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.

Inisiatif program dokter terbang ini diposisikan sebagai pilar krusial dari strategi penyediaan unit reaksi cepat kesehatan yang berbasis moda transportasi helikopter guna melayani titik-titik wilayah tertentu yang sulit dijangkau. Model pendekatan operasional yang serupa sejatinya juga telah sukses diterapkan di berbagai negara lain.

Prasetyo menerangkan bahwa fasilitas layanan tersebut nantinya difungsikan secara selektif untuk mengatasi situasi serta kondisi darurat medis tertentu di daerah-daerah yang terisolasi. Meski demikian, penerapan konsep tersebut bukan berarti menuntut setiap desa atau kelurahan wajib memiliki fasilitas armada transportasi udara sendiri.

"Tidak juga kemudian seluruh desa atau seluruh kelurahannya kemudian ada moda transportasi udaranya, kan tidak selalu seperti itu," ujarnya.

Di samping program pengadaan dokter terbang, Prasetyo mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo turut memberikan instruksi langsung kepada jajaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar segera mempersiapkan layanan kesehatan bergerak berupa dokter gigi keliling (mobile dentist).

Fasilitas pelayanan kesehatan berjalan ini nantinya bakal mengandalkan armada kendaraan khusus yang telah dimodifikasi serta dilengkapi dengan seperangkat alat medis modern guna memberikan perawatan kesehatan gigi secara langsung mendekati masyarakat.

Berdasarkan penjelasan Prasetyo, kehadiran layanan dokter gigi keliling ini diestimasikan mampu membantu mempercepat proses penanganan berbagai keluhan kesehatan, terkhusus pada sektor pemeliharaan kesehatan gigi masyarakat.

Ia menambahkan bahwa proses pengembangan armada kendaraan dokter gigi keliling tersebut saat ini masih berada dalam tahap pengerjaan. Pemerintah pusat juga terus melakukan evaluasi berkala terhadap progres pembangunannya mengingat standar spesifikasi perangkat medis yang diperlukan untuk pelayanan kesehatan gigi memiliki karakteristik yang berbeda dibanding peralatan kedokteran umum.

Terkini