Alasan Prabowo Duduk Diapit Jokowi dan Gibran di HUT RI Ke-81

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:05:31 WIB
Prabowo Duduk Diapit Jokowi dan Gibran [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa kedekatan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam rangkaian Upacara Penurunan Bendera Pusaka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan suatu hal yang wajar.

Prasetyo menuturkan bahwa hubungan antara kedua tokoh tersebut selama ini memang terjalin dengan sangat akrab.

"Ya seharusnya kan begitu memang. Dan selama ini juga beliau dengan Pak Presiden Jokowi sangat akrab, bahkan kalau di beberapa media-media sosial kadang menyebutnya kan 'bestie' juga," ujarnya kepada wartawan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Prasetyo sesaat seusai dirinya menghadiri Upacara Penurunan Bendera Pusaka di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Senin (17/8/2026). Dalam perhelatan upacara tersebut, Presiden Prabowo tampak duduk berdekatan dengan Jokowi serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Prasetyo memberikan penjelasan bahwa pengaturan posisi tempat duduk tersebut berkaitan erat dengan penyesuaian tata letak bagi para mantan presiden terdahulu yang diundang untuk hadir dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 RI. Berdasarkan daftar undangan, tercatat hanya Jokowi yang dapat hadir secara langsung memenuhi undangan tersebut.

"Ya tadi kebetulan kan memang beberapa Presiden terdahulu yang berkesempatan hadir, kan hanya pak Jokowi. karena Ibu Megawati dan Pak SBY berhalangan hadir dan Bapak Presiden sebagaimana biasa memberikan penghormatan, sehingga tadi tempat duduk juga terutama pada saat mau menyaksikan demo udara maupun pertunjukan kesenian kan minta juga untuk diubah, sehingga ada beberapa yang maju ke depan kan gitu," tuturnya.

Menurut pemaparan Prasetyo, perubahan posisi duduk tersebut dilakukan secara situasional guna menyesuaikan jalannya rangkaian acara. Adanya keterbatasan ruang dan tempat juga menyebabkan tidak seluruh tamu undangan dapat ditempatkan pada barisan terdepan.

"Jadi situasional itu kami sesuaikan meskipun juga tadi karena keterbatasan juga tidak bisa semuanya berada di depan kan begitu. Tidak mengurangi rasa hormat kami sebagai panitia," katanya.

Di samping memberikan penjelasan terkait posisi duduk para tokoh penting negara tersebut, Prasetyo turut menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah ikut serta memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di berbagai penjuru daerah.

Ia menyoroti berbagai tradisi lokal seperti malam tirakatan serta kegiatan doa bersama yang diselenggarakan oleh masyarakat di banyak perkampungan pada malam menjelang hari kemerdekaan, disusul dengan berbagai perlombaan rakyat yang mulai digelar secara semarak pada hari Senin (17/8/2026).

"Terima kasih kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan rakyat Indonesia yang kami monitor tadi malam ya, tradisi-tradisi kami selama ini tirakatan, di setiap kampung, kemudian doa bersama di setiap kampung, itu cukup semarak, dan hari ini juga di beberapa tempat sudah mulai ada perlombaan-perlombaan yang itu menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Sekali lagi terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia," tandas Prasetyo.

Terkini