Kinerja Keuangan Mentereng BUMN Topang Target Dividen Rp200 Triliun

Rabu, 19 Agustus 2026 | 02:45:32 WIB
Warga melintas di depan Wisma Danantara Indonesia.

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mematok target setoran dividen dari BUMN ke kas negara hingga mencapai Rp200 triliun pada tahun 2026. Angka tersebut meningkat drastis dibandingkan realisasi dividen pada 2025 yang tercatat sebesar Rp142,3 triliun.

Peningkatan target tersebut bersandar pada perolehan total laba bersih perusahaan pelat merah sepanjang 2025 yang menyentuh Rp326 triliun. Nilai ini melonjak 75,3 persen secara tahunan dibandingkan pencapaian 2024 senilai Rp186 triliun.

Selaras dengan torehan itu, pergerakan saham emiten yang terdaftar dalam indeks IDX BUMN 20 terbukti lebih berdaya tahan ketimbang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maupun LQ45 sepanjang tahun berjalan.

Hingga penutupan bursa pada Selasa (18/8/2026), IDX BUMN 20 terkoreksi 17,04 persen. Penurunan tersebut tercatat lebih tipis dibanding IHSG serta LQ45 yang masing-masing melemah sebesar 25,41 persen dan 25,46 persen.

Daya tahan indeks pelat merah ini ditopang oleh performa finansial yang tetap positif pada semester I/2026, terutama yang disumbang oleh grup perbankan.

Berdasarkan data yang dihimpun, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) memimpin perolehan laba sebesar Rp30,41 triliun atau naik 24,36 persen secara tahunan, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) sebesar Rp15,49 triliun.

Kinerja apik bank milik negara juga dibukukan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dengan laba bersih Rp10,76 triliun. Adapun PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) meraup laba Rp2,4 triliun.

Tren pertumbuhan turut diperlihatkan oleh sektor konstruksi serta telekomunikasi. PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) mencetak laba Rp193,147 miliar atau melonjak 196,51 persen, disusul PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) senilai Rp8,49 miliar.

Di lini telekomunikasi dan energi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mengantongi laba Rp10,62 triliun, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) Rp1,11 triliun, serta PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) sebesar US$90,45 juta.

Sebelumnya, Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi menilai indeks IDX BUMN 20 berpeluang tampil melampaui IHSG pada paruh kedua 2026.

Kondisi tersebut dapat terealisasi jika harga komoditas bertahan tinggi serta rebalancing indeks MSCI pada November mendatang sukses memicu aliran modal asing masuk ke saham-saham BUMN berkapitalisasi besar.

"Sektor pertambangan dan energi menjadi yang paling prospektif berkat sentimen war premium, DMO, dan program B50. Sektor lain yang menarik dicermati secara selektif meliputi perbankan serta infrastruktur," ujarnya.

Terkini