Menekraf: Konser Internasional Beri Peluang 27,4 Juta Pekerja

Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:14:02 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengungkapkan bahwa pergelaran konser internasional yang diselenggarakan di Indonesia dalam waktu dekat mampu menciptakan peluang ekonomi bagi 27,4 juta tenaga kerja di beragam subsektor ekonomi kreatif.

Ia menjelaskan bahwa momentum perhelatan musisi Italia Andrea Bocelli berpotensi menghadirkan multiplier effect bagi ekosistem ekonomi kreatif dalam negeri, lantaran menyerap banyak tenaga kerja dan melingkupi pelbagai subsektor, mulai dari pengisi acara hingga para pekerja di balik layar.

“Jadi ini potensinya sangat baik buat experience, transfer knowledge, dan juga untuk aktualisasi dari talenta-talenta kreatif Indonesia,” kata Riefky dalam keterangan yang diterima, di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Berdasarkan pandangannya, imbas ekonomi dari gelaran konser tidak melulu dirasakan oleh penyanyi atau pengisi acara di atas panggung. Ekosistem seni pertunjukan juga mengandalkan jajaran tenaga profesional di pelbagai bidang, seperti tim orkestra, stage management, kru produksi, audio, hingga lighting engineer.

Keterlibatan ini sekaligus membentang kesempatan bagi talenta kreatif dalam negeri untuk memetik pengalaman serta menyerap transfer knowledge dari tata kelola pertunjukan berskala internasional.

Di samping pekerja seni pertunjukan, manfaat ekonomi juga dapat diperluas menyasar para pelaku usaha dan subsektor kreatif lainnya lewat skema Creative Village. Kemenekraf berkolaborasi dengan pihak penyelenggara bakal mengkurasi deretan produk lokal untuk dipamerkan kepada para penikmat konser.

Beragam produk dari subsektor busana, kuliner, kriya atau kerajinan tangan, hingga subsektor kreatif lainnya mengantongi peluang untuk memperoleh ruang pemasaran dalam perhelatan tersebut.

Menurut Menekraf, peluang ini kian terbuka lebar mengingat konser kelas dunia sanggup menyedot penonton dari pelbagai belahan negara. Para penikmat acara yang hadir bukan sekadar menjadi penonton pertunjukan, melainkan juga pasar potensial bagi komoditas kreatif Indonesia.

“Perjalanan dari pintu masuk menuju tempat lokasi acara juga cukup panjang. Di kanan kirinya, sambil berjalan dan menikmati, penonton juga bisa melihat kreatif-kreatif yang berkualitas yang dimiliki Indonesia,” ujarnya.

Ia memungkas, agenda berskala internasional sanggup menjadi salah satu sarana untuk mengepakkan sayap aktivitas ekonomi kreatif, mulai dari membuka lapangan kerja bagi praktisi profesional, menyediakan ruang kolaborasi dan alih pengetahuan, hingga menjembatani produk lokal ke pasar yang lebih luas.

Terkini