Medco Energi Serahkan Bantuan Kemanusiaan Bencana Gempa NTT

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:35:32 WIB
PT Medco Energi Internasional Tbk. [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Medco Energi Internasional Tbk. (MedcoEnergi) menyerahkan bantuan kemantuan berupa kebutuhan logistik dan kebutuhan dasar bagi warga terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur, beberapa waktu lagi.

Bantuan diserahkan secara langsung oleh Komisaris Utama MedcoEnergi Yani Panigoro kepada Tenaga Ahli BNPB sekaligus Komandan Posko AJU-I Labuan Bajo, Mayjen TNI Luthfie Beta dengan disaksikan Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (20/8/2026).

Lewat BNPB, bantuan bakal didistribusikan selaras kebutuhan di lapangan, termasuk kepada kelompok rentan yang membutuhkan penanganan khusus dalam kondisi darurat.

“Atas nama keluarga besar MedcoEnergi, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga para korban dan seluruh masyarakat yang terdampak. Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat serta mendukung upaya penanganan dampak bencana,” ujar Yani Panigoro dalam keterangan pers, dikutip Jumat (21/8/2026).

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma menyampaikan bahwa bantuan dari Medco tersebut disalurkan secara presisi lewat Posko AJU BNPB, sehingga terdata serta tercatat dan bakal didistribusikan ke wilayah-wilayah yang memang sama sekali belum terjangkau.

“Kami sangat berterima kasih kepada MedcoEnergi yang sudah berkontribusi memberikan bantuan kepada korban gempa di Flores,” tuturnya.

Di sisi lain, Tenaga Ahli BNPB sekaligus Komandan Posko AJU-I Labuan Bajo, Mayjen TNI Luthfie Beta, turut mengapresiasi kepedulian MedcoEnergi yang ikut menopang upaya penanganan dampak gempa di NTT.

“Kami berharap penyerahan bantuan agar memanfaatkan fasilitas yang telah disiapkan Pemerintah, sehingga penyaluran bantuan akan lebih maksimal,” ujarnya.

Sebagai informasi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi sebanyak 4.258 gempa susulan pascagempa utama berkekuatan M7,7 yang menguncang area Flores.

BMKG melaporkan hingga Jumat (21/8/2026) pukul 05.00 WIB, dari ribuan gempa susulan tersebut sebanyak 118 kejadian dirasakan langsung oleh warga, sementara 31 gempa mempunyai magnitudo di atas M5,0.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyampaikan rentetan gempa susulan tersebut diperkirakan masih bakal terjadi dalam 3–4 pekan mendatang.

Menurutnya, tahap awal aktivitas gempa susulan masih memperlihatkan pola temporal yang kompleks dan belum menunjukkan peluruhan yang signifikan.

“Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan,” kata Wijayanto di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Berdasarkan pemantauan BMKG, angka gempa susulan terdeteksi sebanyak 704 kejadian pada 24 jam pertama, lalu melonjak menjadi 746 kejadian pada hari kedua. Aktivitas tersebut berikutnya berada pada kisaran 668, 649, dan 627 kejadian pada hari ketiga hingga kelima, sebelum kembali naik menjadi 802 kejadian pada hari keenam.

Deretan gempa susulan juga dilaporkan memicu guncangan kuat dengan intensitas IV–VI Modified Mercalli Intensity (MMI).

BMKG mencatat gempa berkekuatan M5,6 pada 19 Agustus 2026 pukul 23.17 WIB, lalu disusul gempa M5,8 pada 20 Agustus 2026 pukul 05.45 WIB. Berikutnya, gempa berkekuatan M5,8 kembali melanda pada 20 Agustus 2026 pukul 09.47 WIB.

BMKG mengungkapkan guncangan tersebut menyebabkan kerusakan susulan pada struktur bangunan dan jembatan yang sebelumnya sudah terdampak, serta memicu tanah longsor di beberapa titik.

Terkini