Dua Dekade LPDB Koperasi: Salurkan Dana Bergulir Rp22,13 Triliun

Jumat, 21 Agustus 2026 | 21:25:32 WIB
Warga melintas di depan gudang Koperasi Desa Merah Putih [FOTO: NET].

JAKARTA — Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi telah menggelontorkan dana bergulir senilai Rp22,13 triliun kepada 3.909 mitra koperasi yang tersebar di 36 provinsi sepanjang dua dekade terakhir.

Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto mengutarakan tolak ukur keberhasilan lembaga tersebut tidak semata-mata diukur dari tingginya nominal dana yang telah dikucurkan, melainkan dampak positifnya bagi koperasi, para anggota, hingga roda perekonomian di daerah.

“Dana bergulir bukan sekadar pembiayaan. Dana bergulir adalah instrumen untuk menggerakkan koperasi agar naik kelas. Ketika koperasi berkembang, anggota berkembang. Ketika anggota berkembang, ekonomi lokal bergerak,” ujar Krisdianto melalui keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).

Capaian penyaluran LPDB Koperasi juga memperlihatkan lonjakan pada 2026. Sampai Juli 2026, realisasi penyaluran menembus Rp1,15 triliun atau 54,8% dari target tahunan sejumlah Rp2,1 triliun. Capaian tersebut melonjak 44,45% secara tahunan ketimbang realisasi rentang waktu yang sama pada 2025 yang tercatat sebesar Rp796,69 miliar.

Krisdianto menyampaikan LPDB tidak cuma mengejar penggelembutan volume penyaluran, melainkan turut mengarahkan permodalan ke sektor yang memicu aktivitas ekonomi.

“Yang kami dorong bukan hanya kuantitas penyaluran, tetapi kualitas pembiayaan. Tahun ini porsi target penyaluran kami diarahkan sebesar 85 persen kepada koperasi sektor riil dan kegiatan usaha produktif,” kata Krisdianto.

Menurut dia, pembiayaan sektor produktif diantisipasi mampu memberikan efek berganda lewat penguatan produksi, pembukaan lapangan kerja, penguatan rantai pasok, hingga peningkatan nilai tambah komoditas.

Dorong Pembiayaan Koperasi Desa

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan LPDB mengantongi peluang guna memperbesar perannya dalam menopang pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), utamanya lewat pembiayaan aktivitas produktif.

Ferry menilai LPDB perlu memperluas jangkauan pembiayaan hingga taraf koperasi di tingkat desa serta kelurahan, sejalan dengan pengemasan KDKMP di berbagai wilayah.

“Saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh insan LPDB, Dewan Pengawas, Direksi, dan seluruh pegawai LPDB Koperasi atas dedikasi dan kerja keras selama dua dekade ini. Capaian yang telah diraih hari ini adalah hasil dari kehati-hatian dalam mengelola dana bergulir dan komitmen tata kelola yang baik,” ujar Ferry.

Dia menyebutkan penguatan LPDB ke depan wajib dieksekusi lewat pembenahan proses bisnis, digitalisasi layanan, serta perluasan akses permodalan koperasi.

“Melangkah lebih jauh berarti LPDB Koperasi harus terus berbenah, memperkuat proses bisnis, digitalisasi layanan, dan memperluas jangkauan pembiayaan kepada koperasi,” tegasnya.

Ferry turut mendorong LPDB mengambil peran dalam menopang KDKMP sebagai lembaga keuangan mikro sekaligus offtaker hasil produksi masyarakat. Skema ini dapat mencakup komoditas pertanian, kerajinan, sampai kuliner lokal.

Lewat posisi tersebut, LPDB diharapkan sanggup menjadi salah satu sumber pembiayaan bagi koperasi desa dan kelurahan sehingga aktivitas ekonomi KDKMP dapat bertumbuh secara berkelanjutan.

“Pembiayaan tersebut harus diarahkan dengan fokus pada sektor produksi, sehingga mampu menciptakan efek pengganda atau multiplier effect yang menggerakkan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah, dan memperkuat perekonomian berkelanjutan,” kata Ferry.

Mitigasi Risiko Jadi Perhatian

Di tengah rencana melebarkan pembiayaan, Ferry mengingatkan LPDB guna tetap memperkokoh mitigasi risiko serta menerapkan prinsip kehati-hatian. Menurutnya, ekspansi pembiayaan wajib bergandengan dengan pengawasan beserta tata kelola yang tangguh.

Termasuk agar LPDB turut menempatkan kualitas pembiayaan, tata kelola, pendampingan, serta manajemen risiko sebagai bagian dari tata kelola dana bergulir.

“Kami semua dituntut untuk semakin selektif, memperkuat sistem pengawasan, serta memastikan setiap rupiah dana bergulir yang disalurkan benar-benar memberi manfaat dan kembali menggerakkan roda ekonomi koperasi,” ujarnya.

Terkini