Perluas Keuangan Digital, BI Sumut Gelar Onboarding QRIS MaxRide

Jumat, 21 Agustus 2026 | 22:26:32 WIB
Ilustrasi Pegawai memberikan donasi menggunakan pindai QRIS [FOTO: NET].

JAKARTA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara mengawali rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 lewat program MaxRide Go Digital. Agenda tersebut melibatkan 100 pengemudi Bajaj MaxRide sebagai bagian dari ikhtiar memperluas pemanfaatan QRIS sekaligus memperkokoh literasi keuangan digital masyarakat.

Lewat program MaxRide Go Digital, warga dapat menikmati perjalanan menggunakan Bajaj MaxRide dengan tarif spesial Rp81 per trip memanfaatkan pembayaran via QRIS. Program ini turut menjadi bagian dari semangat perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada pelaksanaannya, BI Sumut menjalin kolaborasi bersama Bank Mandiri, BRI, BTN, BSI, BCA, Bank Sumut, serta BNI, utamanya guna menopang proses onboarding QRIS bagi para pengemudi Bajaj MaxRide. 

Program ini dibuka secara resmi oleh Wishnu Badrawani, Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara. Acara turut dihadiri Jun Purba, Manajer Business Development Bajaj MaxRide, serta Arash, Koordinator Lapangan Bajaj MaxRide.

Di samping menjalani proses onboarding QRIS, para pengemudi juga memperoleh pembekalan edukasi seputar QRIS, Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP Rupiah), keuangan digital, hingga Pelindungan Konsumen (PeKA). Penguatan literasi tersebut menjadi bagian dari langkah memacu pemanfaatan layanan perbankan dan keuangan digital secara lebih optimal.

Tingginya pertumbuhan penggunaan transaksi keuangan digital memperlihatkan makin kokohnya minat publik terhadap transaksi digital yang menyajikan kemudahan, termasuk lewat bermacam sarana pembayaran dan dompet digital.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara Didit Widiana mengutarakan sinergi antara BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjadi elemen krusial dalam memperkuat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan.

Di sisi lain, kalangan mahasiswa turut dinilai mengantongi peran sebagai agen perubahan dalam membangun transformasi keuangan digital yang aman serta inklusif. Peran tersebut menjadi salah satu poin yang diangkat dalam jajaran agenda Medan DigiFest 2026.

BI selaku garda terdepan sistem pembayaran konsisten memacu perluasan QRIS lewat digitalisasi yang dibarengi peningkatan literasi serta perlindungan konsumen via PeKA. Langkah tersebut diorientasikan agar publik sanggup memahami sekaligus mengoptimalkan layanan keuangan digital dengan tingkat keamanan yang lebih baik.

Sementara itu, OJK menjalankan fungsi dalam ranah pengaturan serta pengawasan sektor jasa keuangan. Penguatan literasi turut digencarkan lewat bermacam agenda edukasi, mencakup OJK Peduli yang menyasar kalangan mahasiswa serta masyarakat pada segmen prioritas.

Adapun LPS memegang peran dalam menyajikan penjaminan simpanan sekaligus edukasi kepada publik mengenai sistem penjaminan simpanan.

Rangkaian Medan DigiFest 2026 berikutnya dilanjutkan lewat agenda talkshow Bank Indonesia bersama para pelaku UMKM dan masyarakat umum pada 20–21 Agustus 2026.

Lewat rangkaian kegiatan tersebut, Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara konsisten memperkuat sinergi dalam memacu perluasan keuangan digital yang inklusif, aman, serta terpercaya. 

Ikhtiar itu tidak sekadar diorientasikan pada peningkatan pemakaian QRIS, melainkan juga penguatan literasi dan perlindungan konsumen agar masyarakat beserta pelaku usaha sanggup memanfaatkan layanan keuangan digital secara cermat dan aman.

Terkini