Pergerakan IHSG 21 Agustus 2026: Ditutup Naik 0,37% ke 6.525

Jumat, 21 Agustus 2026 | 23:11:31 WIB
Pegawai melintas di dekat papan informasi data saham di kantor BEI [FOTO: NET].

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis (20/8/2026) di zona hijau. Sejumlah saham, di antaranya AMMN, BUMI, hingga BRMS, mencatatkan kenaikan harga.

Berdasarkan data RTI Infokom pada pukul 16.00 WIB, IHSG ditutup menguat ke posisi 6.501,58, naik 1,68% sesaat setelah pasar dibuka. Sepanjang perdagangan awal, indeks bergerak pada rentang 6.444,39 hingga 6.514,67. Terdapat 452 saham yang menguat, 190 saham melemah, dan 150 saham stagnan, dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp11.444 triliun.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) melonjak 7,97% ke Rp4.470. Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menguat 4,40% ke Rp190 per saham, sedangkan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) naik 9,60% ke level Rp685. Kenaikan juga dialami oleh KIJA yang melonjak 24,85% ke Rp206, ANTM naik 3,63% ke Rp3.140, serta BBCA terkerek 1,59% ke Rp6.400 per saham.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan bursa di kawasan Asia bergerak menguat mengikuti jejak Wall Street seiring dengan berkurangnya tekanan pada pasar obligasi Amerika Serikat (AS).

Para pelaku pasar tampak mengabaikan risalah The Fed yang memperlihatkan peningkatan dukungan dari pejabat bank sentral AS terkait kenaikan suku bunga pada pertemuan sebelumnya.

“Investor justru merespons positif penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang mendorong aliran dana kembali ke aset berisiko,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas, Kamis (20/8/2026).

Merosotnya imbal hasil ini terjadi setelah Departemen Keuangan AS merencanakan peningkatan aksi pembelian kembali surat utang secara signifikan. Langkah tersebut diperkirakan mampu meredakan kecemasan terkait potensi pembengkakan biaya pinjaman yang sempat menekan bursa saham global.

Pasar menilai penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, khususnya untuk tenor jangka panjang, dapat membantu membangkitkan kembali minat risiko para investor.

Di wilayah Asia, perhatian pasar juga tertuju pada kebijakan moneter Bank Sentral China yang kembali mempertahankan suku bunga acuan pinjamannya di level terendah sepanjang sejarah.

Sementara dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah lonjakan volatilitas global. Langkah ini juga ditujukan untuk mengawal inflasi agar berada dalam rentang target 1,5%–3,5% pada 2026 dan 2027, sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Peningkatan volatilitas global sendiri terjadi akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. Pejabat Sementara Gubernur BI menegaskan bahwa arah kebijakan moneter akan terus diprioritaskan pada kestabilan rupiah. BI pun bakal memperluas insentif skema lindung nilai guna menarik masuk modal asing.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

09:05 WIB: IHSG Dibuka Menguat Merujuk data BEI pukul 09.03 WIB, IHSG dibuka naik 0,26% ke level 6.518,60. Sebanyak 269 saham menguat, 197 saham melemah, dan 497 saham stagnan.

12:28 WIB: IHSG Naik 0,52% pada Sesi I IHSG mengakhiri sesi I perdagangan siang ini dengan kenaikan 0,52% atau bertambah 33,99 poin ke posisi 6.535,57.

16:31 WIB: IHSG Ditutup Naik 0,37% Sesuai data BEI, IHSG mengakhiri perdagangan harian dengan penguatan 0,37% ke level 6.525,69. Selama perdagangan, indeks bergerak di kisaran 6.507,43—6.551,96, di mana 332 saham menguat, 314 melemah, dan 317 saham stagnan.

Terkini