Chandra Asri Pegang Merek Mercy dan Kia Usai Akuisisi Cycle dan Carriage

Jumat, 21 Agustus 2026 | 01:51:32 WIB
PT Chandra Asri Pacific Tbk.

JAKARTA - Perusahaan milik Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) bersiap memegang sejumlah hak lisensi perdagangan otomotif di kawasan Singapura dan Malaysia menyusul penyelesaian aksi akuisisi atas Cycle & Carriage.

Sederet merek otomotif terkemuka seperti Mercedes-Benz, Peugeot, hingga Kia nantinya berada di bawah naungan portofolio Chandra Asri.

Cycle & Carriage sendiri merupakan distributor otomotif yang memiliki jejak rekam sejarah panjang di kawasan sejak 1899, mewakili berbagai merek ternama dunia di pasar Singapura dan Malaysia.

Perusahaan tersebut merupakan entitas anak usaha dari Jardine Cycle & Carriage dengan porsi kepemilikan saham pada segmen otomotif di Singapura mencapai 100 persen dan di Malaysia sebesar 97,1 persen.

Untuk kawasan Singapura, C&C telah membawa jajaran merek global seperti Mercedes-Benz, Mitsubishi Motors, Kia, Citroën, DS Automobiles, Maxus, ORA, Smart, Peugeot, hingga Leapmotor.

Mercedes-Benz menjadi salah satu lini kendaraan paling awal yang dihadirkan C&C dari Eropa pada 1951, disusul Mitsubishi Motors pada 1977, dan merek Kia asal Korea Selatan pada rentang 2000.

Sementara di Malaysia, C&C juga memegang lisensi dagang yang senada dengan lini bisnisnya di Singapura, meliput merek Mercedes-Benz, Leapmotor, Peugeot, hingga Kia.

Berdasarkan laporan keuangan paruh pertama 2026, C&C membukukan kontribusi total keuntungan kepada Jardine Cycle & Carriage Ltd. senilai US$11,8 juta, atau terkoreksi dibanding periode sama 2025 yang mencapai US$16,3 juta.

Penurunan kontribusi tersebut dipicu oleh melandainya volume penjualan mobil penumpang baru di Singapura sebesar 20 persen serta penurunan penjualan mobil bekas sebesar 16 persen.

Sebelumnya, manajemen Jardine Cycle & Carriage Limited dalam laporan keterbukaan informasi di Bursa Singapura menyampaikan bahwa transaksi penjualan kepada Chandra Asri berpotensi menghasilkan keuntungan sebesar US$221 juta.

“Estimasi harga pembelian atas Aset yang Dijual yang akan dibayarkan secara tunai oleh Pembeli kepada Perseroan pada saat penyelesaian transaksi adalah sekitar S$265 juta atau sekitar US$207 juta. Transaksi yang diusulkan tersebut akan menghasilkan keuntungan dari pelepasan aset sekitar US$221 juta,” kata manajemen, Jumat (21/8/2026).

JC&C menerangkan, pelepasan divisi otomotif ini ditujukan untuk mendongkrak nilai imbal hasil bagi pemegang saham melalui tata kelola portofolio yang aktif dan alokasi modal secara terukur.

Aksi ini turut memberi ruang bagi perusahaan merealisasikan nilai bisnis Cycle & Carriage seiring penajaman fokus pada pasar utama di Indonesia lewat PT Astra International Tbk. (ASII) serta di Vietnam.

“Secara keseluruhan, Transaksi yang Diusulkan memungkinkan JC&C merealisasikan nilai dari bisnis Cycle & Carriage seiring dengan fokus kami pada pasar inti di Indonesia dan Vietnam, serta memberikan hasil yang positif bagi pemegang saham, sekaligus menempatkan Cycle & Carriage pada posisi yang tepat untuk terus berkembang di bawah pemilik barunya,” tegasnya

Terkini