Wamendiktisaintek Minta Kampus di Sulteng Bantu Pemda Atasi TB

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:04:31 WIB
Wamendiktisaintek, Fauzan. [Foto: via Kompas.com]

PALU - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mendorong seluruh perguruan tinggi (PT) di Sulawesi Tengah agar mempererat kolaborasi dengan pemerintah daerah demi menuntaskan berbagai masalah kesehatan dan sosial, terutama penanganan tuberkulosis (TB).

"Jadi Sulawesi Tengah saat ini menghadapi tantangan seperti gejala tuberkulosis yang dinilai masif, sehingga ini perlu menjadi prioritas termasuk penanganan stunting, kemiskinan, hingga pengangguran yang membutuhkan intervensi bersama," kata Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan di Kota Palu, Sabtu (22/8/2026).

Fauzan menyampaikan bahwa rumitnya tantangan di daerah membutuhkan percepatan kolektif antara kebijakan pemda, peran aktif masyarakat, serta keahlian akademis dari institusi pendidikan tinggi.

"Saya kira kami semuanya siap untuk bergandengan tangan menyelesaikan problem-problem yang ada di wilayah Sulawesi Tengah ini," ucapnya.

Ia menegaskan bahwa kampus harus mampu menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial di tengah masyarakat.

"Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sosial bukan hanya sekadar tanggung jawab akademis," sebutnya.

Menurut Fauzan, pihak PT siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menyusun solusi yang berbasis penelitian dan pengabdian masyarakat.

"Kampus adalah tempat manusia-manusia unggul. Kampus merupakan satu ekosistem yang dihuni oleh masyarakat akademis, masyarakat pintar dan masyarakat cendekia," kata dia.

Fauzan menambahkan, keunggulan sebuah kampus mesti dibuktikan lewat seberapa besar kontribusi dan manfaat nyata yang dirasakan oleh warga sekitar.

Tercatat sebanyak tujuh PT negeri dan swasta telah menjalin kerja sama dalam penanggulangan TB, yakni Universitas Tadulako, Universitas Alkhairat, Universitas Tompotika Luwuk, Universitas Muhammadiyah Palu, Universitas Widya Nusantara, Poltekkes, dan STIK Indonesia Jaya, beserta fasilitas kesehatan seperti RS Untad, Lab Kesda Sulteng, puskesmas, dan pemda setempat.

Merujuk pada data pemerintah pusat, angka penemuan kasus TB di Provinsi Sulawesi Tengah masih memperlihatkan ketimpangan yang lumayan besar di lapangan.

Capaian penemuan kasus paling tinggi berada di Kota Palu dengan angka 1.075 kasus, disusul Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 546 kasus, dan Kabupaten Banggai 510 kasus, sedangkan 10 wilayah lainnya berada di bawah 500 kasus.

Terkini