Menyambut Musim 2026-2027 Mirwan Suwarso sebut Ini Musim Terpenting Como

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:11:01 WIB
Bek Como, Mergim Vojvoda.

JAKARTA - Presiden Como asal Indonesia, Mirwan Suwarso, menegaskan bahwa musim 2026-2027 bakal menjadi babak paling krusial bagi perjalanan klubnya.

Como 1907 kini bersiap melangkah di panggung Serie A Liga Italia 2026-2027. Tim berjuluk Il Lariani tersebut dijadwalkan bertandang ke markas Udinese di Stadion Bluenergy pada Sabtu (22/8/2026) pukul 23.30 WIB.

Ujian berat menanti skuad besutan Cesc Fabregas sepanjang 12 bulan mendatang. Pasalnya, Il Lariani bakal tampil dalam tiga ajang sekaligus, yaitu Serie A, Liga Champions, dan Coppa Italia.

"Inilah kami, menjelang musim yang lain. Dan kami dapat mengatakan dengan pasti bahwa ini akan menjadi musim paling penting yang pernah kami jalani," tulis Presiden Como, Mirwan Suwarso, di akun Instagram pribadinya, Jumat (21/8/2026).

"Untuk pertama kalinya dalam sejarah kami, tim utama akan bermain di Eropa, menghadapi tiga kompetisi dan tingkat tuntutan yang belum pernah kami alami sebelumnya," ucapnya.

Progres Como sebagai kekuatan baru di kancah sepak bola Italia terus memperlihatkan grafik positif. Usai mengamankan tiket promosi dan finis di urutan ke-10 pada musim 2024-2025, anak-asuh Fabregas berhasil melesat ke peringkat empat pada Serie A 2025-2026.

Lompatan performa ini dirasakan secara menyeluruh pada berbagai lini, tak terbatas hanya pada skuad utama putra.

"Tim Primavera kami akan bermain di Primavera 1 dan UEFA Youth League, sementara tim putri kami akan melakukan debut di Serie A. Ini adalah peluang-peluang luar biasa, tetapi juga tantangan baru bagi banyak pemain dan anggota staf kami."

"Tidak seorang pun dari kami boleh menganggapnya sebagai sesuatu yang sudah pasti. Berada di posisi kami sekarang tidak menjamin kami akan berada di sana juga musim depan."

"Pengorbanan dan kerja keras telah membawa kami sampai di sini. Kami akan membutuhkan lebih banyak lagi untuk tetap berada di sini," tutur Mirwan Suwarso.

Ia menambahkan agar seluruh elemen tim tidak cepat puas dengan capaian masa lalu dan tetap memelihara ambisi yang lebih besar.

"Semua yang telah kami capai musim lalu, hari ini, tidak lagi berarti. Kami memulai kembali dari nol poin. Nol kemenangan. Nol pencapaian. Pertandingan demi pertandingan, kami harus kembali membuktikan bahwa kami layak berada di sini."

"Dan pekerjaan di lapangan harus disertai dengan pekerjaan di luar lapangan. Tujuh tahun lalu kami bermain di Serie D. Hari ini kami masih merupakan klub kecil yang beroperasi di level yang saat itu hampir tidak terbayangkan."

"Kami telah berkembang pesat, tetapi kami harus terus berkembang," lanjut sang presiden.

Dalam pandangannya, strategi modern dan ekspansif sangat mutlak diperlukan agar keberlangsungan klub tetap terjaga secara berkelanjutan.

"Untuk mendukung ambisi tim-tim kami dan membangun masa depan yang berkelanjutan, kami tidak bisa hanya bergantung pada pendapatan televisi."

"Kami harus menemukan cara-cara baru untuk berkembang, mencoba ide-ide baru dan berani mengambil risiko. Kami akan membuat kesalahan, belajar, dan terus bergerak maju," kata Suwarso.

"Namun, tujuan kami tetap sama, melayani para suporter kami, komunitas kami, dan kota kami."

Proyek besar ini pun diyakini bakal berjalan berkat landasan emosional yang kuat. Hal itulah yang membuat Fabregas merasa memiliki keterikatan mendalam bersama Como.

"Kemarin Cesc (Fabregas) mengatakan kepada saya bahwa apa yang dia rasakan di sini bukan sekadar kebanggaan terhadap klub."

"Ini adalah cinta. Cinta terhadap apa yang sedang kami bangun, terhadap kota ini, dan terhadap orang-orang yang menyebutnya sebagai rumah. Saya tidak bisa lebih setuju lagi."

"Kami bangga dengan seberapa jauh kami telah melangkah, tetapi kami tidak akan pernah melupakan siapa kami dan bagaimana kami bisa sampai di sini," ucap Mirwan Suwarso.

Terkini