Dari Pontianak, Prabowo Bertolak ke Palangka Raya Cek Karhutla

Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:47:02 WIB
Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah untuk meninjau langsung Karhutla di sejumlah titik, Sabtu (22/8/2026) [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya ke Kalimantan Tengah usai sebelumnya memantau penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026).

Prabowo mendarat di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, sekitar pukul 15.25 WIB dan bergerak menuju Posko Satgas Udara Aju guna memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla.

Pelbagai jajaran pejabat mendampingi dalam rapat tersebut, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Kepala BIN Herindra, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak. Gubernur, Pangdam, dan Kapolda Kalimantan Tengah turut mengikuti agenda tersebut.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan forum rapat tersebut diikuti oleh gabungan unsur pemerintah pusat, TNI, Polri, serta jajaran pemerintah daerah.

"Setelah tadi dari posko di Kalimantan Barat, di sini di Posko Aju Palangka Raya, Kalimantan Tengah, telah hadir beberapa menteri kepala staf angkatan darat, wakapolri, gubernur, pangdam, dan kapolda Kalteng,” kata Teddy saat membuka rapat.

Sebelumnya, sewaktu berada di Posko Satgas Udara Pontianak, Lanud Supadio, Kalimantan Barat, Prabowo menegaskan bahwa peninjauannya bertujuan melihat langsung situasi penanganan karhutla di lapangan. Prabowo selanjutnya meminta pemaparan komprehensif mengenai kondisi karhutla di kawasan tersebut.

"Sekarang saya minta siapa yang bisa kasih saya presentasi tentang situasi?” ujarnya.

Kesiapan Penanganan Karhutla

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menyiagakan pelbagai sarana prasarana serta perlengkapan untuk menopang operasi penanganan karhutla.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah, tersedia 27 unit tenda penampungan darurat. Tenda-tenda tersebut terbagi atas empat tenda pengungsi, 15 tenda keluarga, serta delapan tenda peleton.

Pemerintah daerah juga mengandalkan 51 unit mesin pompa air untuk menanggulangi kebakaran. Rinciannya mencakup 21 unit Honda GX Series 160–390, 10 unit mesin pompa BNPB, serta 20 unit pompa dari berbagai produsen seperti Robin, Kohler, dan Apung.

Selain itu, disiagakan sekitar 800 item perlengkapan logistik taktis guna menyokong penanggulangan bencana. Inventaris tersebut mencakup gergaji, cangkul, water pump, tangki dan konektor hydrant, alat pelindung diri (APD) BNPB, hingga perlengkapan dan mesin sensor.

Operasi penanganan karhutla turut diperkuat melalui jalur udara. Pemaparan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), patroli udara, dan water bombing menggarisbawahi bahwa pemerintah daerah berhak mengajukan permohonan dukungan kepada Kepala BNPB usai penetapan status siaga darurat karhutla.

Bentuk dukungan BNPB meliputi penyelenggaraan OMC dalam beberapa rentang waktu, patroli udara memanfaatkan satu helikopter patroli dan pesawat Cessna untuk aksi hybrid OMC, serta empat helikopter water bombing. Serangkaian intervensi ini disiapkan demi mengoptimalkan respons penanganan karhutla via darat maupun udara, terutama di area yang sukar dijangkau.

Terkini