Kemenkeu Bidik Penjualan SR025 Rp20 T dengan Kupon 6,9%

Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:43:32 WIB
Karyawati menghitung uang di salah satu kantor cabang Bank Panin di Jakarta [FOTO: NET].

JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menetapkan target indikatif untuk penjualan Sukuk Ritel seri SR025 senilai Rp20 triliun. Penetapan sasaran tersebut dibidik di tengah tawaran imbal hasil mencapai 6,80%—6,90% per tahun, yang sekaligus mencatatkan rekor tertinggi untuk penerbitan sukuk ritel oleh pemerintah selama kurun waktu lima tahun terakhir.

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Deni Ridwan menyampaikan bahwa pihak pemerintah meyakini sasaran penjualan SR025 dapat terealisasi. Keyakinan itu di antaranya disokong oleh tingkat imbal hasil yang dipandang tetap kompetitif serta ceruk investor instrumen syariah yang tergolong captive.

“Kami menilai tingkat imbal hasil SR025 masih cukup menarik bagi investor. Di samping itu, format syariah dari SR juga memiliki basis investor captive. Berkenaan dengan hal tersebut, kami optimistis target indikatif SR025 sebesar Rp20 triliun dapat tercapai,” katanya kepada Bisnis, Jumat (21/8/2026).

DJPPR Kemenkeu secara resmi menerbitkan SR025 dalam dua opsi tenor, yakni 3 tahun dan 5 tahun. Seri SR025-T3 menawarkan imbal hasil 6,80% per tahun, sedangkan seri SR025-T5 menyajikan imbal hasil 6,90% per tahun. 

Angka kupon tersebut menjadi yang tertinggi pada penerbitan Sukuk Ritel sejak 2020. Merujuk data historis, tingkat imbal hasil seri SR pada rentang periode tersebut umumnya hanya berada di kisaran 4,95% sampai 6,55% per tahun.

Deni menerangkan bahwa penetapan kupon SR025 telah mengkalkulasikan tingkat imbal hasil atau yield acuan di pasar. Menurutnya, selisih tingkat kupon SR025 dibandingkan dengan Obligasi Ritel Indonesia seri ORI030 menandakan situasi pasar yang berbeda saat masing-masing produk itu diluncurkan.

Tawaran imbal hasil yang tinggi tersebut pada saat bersamaan menumbuhkan ekspektasi besar terhadap daya serap pasar atas SR025. Pasalnya, beberapa seri Sukuk Ritel terdahulu tetap berhasil membukukan angka penjualan yang masif walaupun menyodorkan tingkat imbal hasil yang lebih rendah.

Sebagai gambaran, pada masa pandemi Covid-19, SR013 berhasil mencetak penjualan sebesar Rp25,66 triliun walau cuma dipasarkan dalam satu pilihan tenor. Berikutnya, SR017 yang ditawarkan pada 19 Agustus—14 September 2022 membukukan hasil penjualan Rp26,97 triliun untuk tenor tiga tahun. Rekor pencapaian tertinggi Sukuk Ritel kemudian diraih oleh SR022 pada pertengahan 2025 dengan nilai mencapai Rp27,84 triliun.

Kuatnya antusiasme pemodal pada seri Sukuk Ritel juga terlihat dari selisih atau spread imbal hasil produk terhadap suku bunga acuan. Sepanjang masa penawaran SR012 hingga SR017, besaran spread berada di rentang 145—240 basis poin (bps). Secara historis, kian lebar spread yang ditawarkan, kian tinggi pula minat investor untuk menyerap Sukuk Ritel.

Pasca langkah pemerintah membagi penerbitan SR ke dalam dua pilihan tenor, spread memang cenderung menyempit seiring dengan penyesuaian strategi durasi tenor dan skema beban pembiayaan pemerintah. Sejak 2023, Sukuk Ritel bertenor tiga tahun mencatatkan spread di kisaran 10—80 bps, sementara tenor lima tahun berkisar 20—115 bps.

Kendati demikian, kecenderungan minat pemodal tetap memperlihatkan relasi positif terhadap pelebaran spread. Sebagai contoh, SR024 yang dipasarkan pada 6 Maret—15 April 2026 menyodorkan spread 80 bps untuk tenor tiga tahun dan 115 bps untuk tenor lima tahun. Penjualan instrumen tersebut sukses menembus Rp17,48 triliun.

Sementara itu, SR025 hadir menyajikan spread yang lebih lebar. Tenor tiga tahun memberikan spread senilai 105 bps, sedangkan tenor lima tahun sebesar 115 bps. Spread ini tercatat sebagai yang tertinggi semenjak pemerintah meluncurkan Sukuk Ritel dalam skema dua tenor.

Benchmark capaian penjualan SBN Ritel sepanjang 2026 turut memperbesar ekspektasi atas performa SR025. Sebanyak 3 dari 4 produk SBN Ritel yang dipasarkan sepanjang tahun ini berhasil mencatatkan penjualan di atas target awal. 

Bahkan, ORI030 yang meluncur tepat sebelum SR025 mampu mengantongi penjualan hingga Rp40 triliun. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah penerbitan SBN Ritel.

Terkini