JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyebutkan agenda kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Sumatera guna memantau secara langsung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) demi memastikan prosesnya tuntas serta memperkokoh tindakan pencegahan agar tak berulang.
Berdasarkan keterangan yang diterima di Jakarta, Senin, Seskab mengonfirmasi Kepala Negara bertolak ke Pekanbaru, Riau pada Senin pagi untuk mengawasi penanganan karhutla di Sumatera seusai sebelumnya memimpin pemadaman karhutla di Kalimantan.
"Bapak Presiden ingin memastikan penanganan berjalan sampai tuntas, tidak hanya menerima laporan, tetapi melihat dan mendengar langsung sendiri kondisi di lapangan, memastikan titik api benar-benar padam, dan seluruh keputusan yang telah diambil dilaksanakan dengan cepat, terpadu, dan tepat," ujar Teddy.
Ia menambahkan, fokus perhatian Presiden tak cuma terbatas pada aksi pemadaman. Presiden turut menegaskan pentingnya keterpaduan koordinasi di tingkat instansi pemerintah daerah (pemda), utamanya sinergi antara Gubernur, Pangdam, dan Kapolda demi mengantisipasi kebakaran berulang.
Presiden pun menginstruksikan pembentukan sistem pencegahan yang lebih kokoh dan permanen supaya pemerintah tidak terus menerus berhadapan dengan masalah serupa di setiap musim kemarau.
"Arahan Bapak Presiden sudah jelas, bahwa kami tidak boleh setiap tahun hanya sibuk memadamkan api. Sistem pencegahannya harus diperkuat. Mulai dari sumur bor dan embung atau sumber air, pengawasan permanen, deteksi dini hotspot hingga kesiapan desa-desa rawan karhutla. Pencegahan harus dilakukan jauh sebelum api muncul," kata Seskab.
Di samping memastikan langkah pemadaman serta pencegahan, Seskab menyampaikan bahwa pemerintah bakal melangsungkan evaluasi menyeluruh mengenai pemicu kebakaran tersebut.
Jika terbukti ada pelanggaran hukum, pemerintah dipastikan tak ragu menjatuhkan sanksi tegas mengacu pada aturan hukum yang berlaku.
Sejumlah pejabat tampak mendampingi Presiden dalam agenda kunjungan ini, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Kepala BIN Muhammad Herindra.