Tunda Bayar Bunga Obligasi, BEI Resmi Suspensi Saham Adhi Karya (ADHI)

Senin, 24 Agustus 2026 | 22:22:02 WIB
Ilustrasi konstruksi [FOTO: NET].

JAKARTA – Perdagangan saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) dihentikan sementara (disuspensi) oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusul tindakan perseroan menunda pembayaran kupon bunga obligasi yang semestinya jatuh tempo pada 24 Agustus 2026.

Merujuk dokumen keterbukaan informasi, Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma, menjelaskan ADHI telah melakukan penundaan pembayaran kupon bunga ke-17 Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022 Seri B dan Seri C.

”Atas penundaan pembayaran bunga tersebut, mengindikasikan adanya permasalahan pada kelangsungan usaha Perseroan. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, Bursa Efek Indonesia (Bursa) memutuskan untuk melakukan penghentian sementara (Suspensi) Perdagangan Efek PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) di Seluruh Pasar,” tulis manajemen BEI dalam pengumumannya, Senin (24/8/2026).

Pande menegaskan bahwa langkah penghentian sementara aktivitas perdagangan saham ADHI diterapkan terhitung sejak Senin (24/8/2026) hingga terbitnya pengumuman Bursa lebih lanjut terkait perkembangan kondisi ini.

Sebelumnya, peringkat Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022 Seri B dan Seri C milik ADHI dipangkas oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dari semula idBB menjadi idB.

Pihak manajemen ADHI menyampaikan bahwa mengacu pada rilis yang diterbitkan Pefindo, pemangkasan peringkat tersebut mencerminkan tingginya tekanan likuiditas yang secara signifikan memengaruhi kesanggupan ADHI untuk menuntaskan kewajiban keuangannya secara tepat waktu.

Apabila ditelaah lebih dalam, kedua seri instrumen obligasi ADHI tersebut sejatinya menawarkan tingkat imbal hasil masing-masing 9% untuk Seri B serta 10,2% untuk Seri C.

Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022 Seri B resmi dicatatkan di BEI pada 25 Mei 2022 dengan nilai penerbitan menyentuh Rp667,50 miliar. Sementara itu, Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022 Seri C dirilis pada 25 Mei 2022 bernilai total Rp1,79 triliun.

Berdasarkan pembukuan keuangan untuk rentang enam bulan yang berakhir per 30 Juni 2026, BUMN bidang konstruksi tersebut mencatatkan pendapatan usaha di kisaran Rp3,11 triliun. Capaian itu terkoreksi 18,4% secara tahunan (yoy) bila disandingkan dengan perolehan pendapatan semester I/2025 yang sebesar Rp3,81 triliun.

Selaras dengan kondisi itu, raihan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp8,49 miliar, menguat 12,6% yoy dari posisi Rp7,54 miliar pada semester I/2025.

Ditinjau dari aspek neraca keuangan, jumlah liabilitas ADHI per 30 Juni 2026 berada di posisi Rp24,21 triliun, menyusut 5,0% dibandingkan pencapaian Rp25,50 triliun pada 31 Desember 2025.

 Penurunan tersebut utamanya disumbang oleh liabilitas jangka pendek yang merosot 12,5% menjadi Rp17,02 triliun, dari sebelumnya Rp19,46 triliun pada penghujung 2025. Sebaliknya, liabilitas jangka panjang justru membengkak 4,5% menjadi Rp7,19 triliun, dari posisi Rp6,04 triliun.

Dari sisi struktur permodalan, total ekuitas ADHI merambat naik tipis 0,5% menjadi Rp3,31 triliun, jika dibandingkan angka Rp3,30 triliun pada akhir 2025. Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp2,87 triliun, terangkat sekitar 0,3% dari Rp2,87 triliun pada penutupan 2025. Sementara itu, porsi kepentingan nonpengendali naik 2,0% menjadi Rp440,84 miliar.

Dengan peta liabilitas yang melandai serta posisi ekuitas yang relatif stabil, kombinasi total liabilitas dan ekuitas ADHI per 30 Juni 2026 berada di level Rp27,53 triliun, atau terkoreksi 4,4% dibandingkan posisi Rp28,79 triliun per 31 Desember 2025.

Terkini