JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada hari ini, Senin (24/8/2026), diproyeksikan bakal bergerak dinamis namun cenderung ditutup menguat dalam kisaran terbatas, yakni pada rentang Rp17.650 sampai Rp17.800 per dolar AS.
Merujuk pada catatan analisis Doo Financial Futures, kurs rupiah sebelumnya berhasil menguat sebesar 0,30 persen dan mendarat di posisi Rp17.694 per dolar AS pada sesi perdagangan Jumat (21/8/2026). Hasil tersebut menempatkan rupiah di jajaran mata uang kawasan Asia yang mengalami tren positif atas dolar AS.
Berdasarkan data pasar, won Korea Selatan menjadi mata uang Asia dengan kenaikan tertinggi terhadap dolar AS sebesar 0,73 persen, diikuti baht Thailand yang melesat 0,45 persen. Selanjutnya, dolar Taiwan terangkat 0,25 persen, dolar Singapura naik 0,20 persen, serta yen Jepang menguat 0,16 persen. Yuan China turut terangkat 0,06 persen, sedangkan dolar Hong Kong naik tipis 0,04 persen. Sementara itu, nilai tukar ringgit Malaysia cenderung stagnan.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai bahwa untuk agenda perdagangan hari ini tidak ada rilis data ekonomi utama yang berpotensi menjadi pemicu pergerakan besar bagi mata uang Garuda.
Ia menjelaskan bahwa para pelaku pasar diprediksi bakal berfokus menganalisis dampak dari kebijakan buyback Treasury AS, pergerakan imbal hasil (yield) obligasi AS, serta dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.
"Dengan kombinasi sentimen tersebut, rupiah diperkirakan masih memiliki peluang untuk menguat, tetapi ruang apresiasinya cenderung terbatas," ujarnya.
Saat pembukaan pasar pukul 09:05 WIB, nilai tukar mata uang rupiah berada di posisi Rp17.693 per dolar AS. Angka tersebut menandakan adanya penguatan sebesar 0,01 persen.
Sejumlah mata uang Asia lainnya juga menunjukkan penguatan, di antaranya won Korea yang terangkat 0,35 persen, dolar Taiwan naik 0,19 persen, yen Jepang naik 0,08 persen, baht Thailand menguat 0,14 persen, dan dolar Hong Kong naik 0,04 persen. Di sisi lain, ringgit Malaysia melemah 0,06 persen, yuan China turun 0,04 persen, dan peso Filipina merosot 0,05 persen.
Pada penutupan perdagangan pukul 15:25 WIB, kurs rupiah akhirnya berbalik melemah sebesar 0,15 persen ke tingkat Rp17.721 per dolar AS.
Pelemahan ini selaras dengan deretan mata uang Asia lainnya, seperti baht Thailand yang terkoreksi 0,01 persen, ringgit Malaysia turun 0,10 persen, yuan China merosot 0,03 persen, dan rupee India melemah 0,02 persen. Penurunan juga melanda dolar Taiwan sebesar 0,04 persen, dolar Singapura 0,08 persen, dan yen Jepang 0,16 persen. Tren berbeda tercatat pada dolar Hong Kong yang menanjak 0,04 persen serta won Korea yang naik 0,10 persen.