JAKARTA - Penguatan ekonomi kerakyatan terus menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan yang semakin inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang ditindaklanjuti oleh Danantara Indonesia dan dukungan Pemerintah agar PNM memperluas akses pembiayaan terjangkau, pengusaha ultra mikro kini mendapat ruang lebih besar melalui penerapan bunga pembiayaan 8 persen pada program PNM Mekaar.
Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat akses keuangan formal sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi.
Upaya tersebut menegaskan keberpihakan kepada pengusaha di tingkat akar rumput, khususnya kaum perempuan yang selama ini menjadi pilar utama penggerak ekonomi keluarga.
Kehadiran pembiayaan yang lebih terjangkau diharapkan memberi ruang bagi nasabah untuk mengelola modal secara optimal, menjaga kelangsungan usaha, hingga memperbesar peluang ekspansi.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menerjemahkan agenda besar pemerintah menjadi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Arahan Presiden untuk memperkuat ekonomi rakyat menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan akses pembiayaan yang semakin terjangkau. Bagi PNM, pembiayaan bukan hanya tentang memberikan modal, tetapi bagaimana akses tersebut dapat menjadi pintu bagi ibu-ibu pengusaha ultra mikro untuk tumbuh, semakin mandiri, dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ujar Kindaris.
Lebih dari sekadar bantuan modal, model pemberdayaan ini mengintegrasikan pembiayaan dengan pendampingan usaha, peningkatan kapasitas, literasi keuangan, pengembangan jejaring, serta solidaritas sosial dalam kelompok.
Melalui penguatan akses keuangan dan pendampingan berkelanjutan, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) sebagai bagian dari BRI Group terus mendorong pengusaha ultra mikro untuk bertumbuh dan menggerakkan ekonomi kerakyatan.