JAKARTA - PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) mengamankan pemulihan kinerja secara signifikan pada paruh pertama tahun ini. Angka pendapatan perseroan melonjak tajam hingga 303,35 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sembari membalikkan posisi laba bersih ke area positif.
Merujuk pada publikasi laporan keuangan semester I 2026, BEST mengantongi perolehan omzet hingga Rp380 miliar, meroket 303,35 persen dari raihan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp94,31 miliar.
Lompatan omzet tersebut sekaligus membawa perseroan berbalik membukukan laba bersih Rp144 miliar, melompat dari posisi rugi bersih senilai Rp58,25 miliar pada semester I 2025.
Sekretaris Perusahaan BEST Herdian menerangkan bahwa penguatan performa finansial tersebut didorong penuh oleh kenaikan realisasi pemasaran lahan industri, yang mana nilainya menembus angka Rp265 miliar per Juni 2026.
"Selain penjualan lahan, kinerja perseroan turut ditopang oleh pendapatan berulang atau recurring income yang terus menunjukkan pertumbuhan dari tahun ke tahun," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (11/8/2026).
Pihak manajemen turut menerapkan efisiensi operasional serta disiplin penataan anggaran, sehingga pertumbuhan pendapatan secara langsung berdampak positif bagi peningkatan margin profitabilitas.
Di samping itu, perseroan konsisten memelihara profil keuangan yang sehat lewat penekanan rasio utang pada level rendah, diimbangi struktur permodalan serta alokasi kapital yang terkontrol.
Mengantongi capaian positif sepanjang enam bulan pertama tahun ini, BEST optimistis sanggup membukukan raihan kinerja tahunan yang jauh melampaui capaian tahun lalu.
Kendati demikian, manajemen BEST belum mengambil opsi untuk menyesuaikan target penjualan (marketing sales), proyeksi pendapatan, maupun estimasi laba bersih sampai akhir tahun 2026.
Perseroan menimbang dinamika perekonomian global yang masih dinaungi ragam tantangan, walau potensi masuknya investasi di kawasan industri diperkirakan tetap prospektif.
“Untuk saat ini, perseroan masih berfokus pada pencapaian target yang telah ditetapkan dengan mengoptimalkan pipeline yang sedang berjalan serta menjaga pertumbuhan kinerja secara berkelanjutan,” jelas manajemen.
Pihak emiten menegaskan bakal terus mencermati pergerakan pasar hingga penutupan tahun sebelum memfinalisasi penyesuaian target performa perusahaan.