JAKARTA - Gangguan obsesif kompulsif atau obsessive compulsive disorder (OCD) ternyata dapat diidap oleh anak-anak. Secara umum, indikasinya pada kelompok usia dini memiliki kesamaan dengan yang kerap dialami oleh orang dewasa.
OCD sendiri merupakan masalah psikologis yang memicu penderitanya mengalami dorongan pikiran berlebih terhadap suatu hal dan melakukan tindakan berulang. Prosedur tersebut dikerjakan demi meredakan kecemasan, rasa khawatir, ketakutan, maupun rasa tidak nyaman dalam diri.
Seorang anak yang menderita OCD menyimpan pikiran obsesif yang amat sulit dikendalikan. Alhasil, si kecil bakal mengandalkan ritual kompulsif demi meredam rasa takut, seperti membasuh tangan secara berlebihan.
Perilaku kompulsif sendiri mencakup kebiasaan berulang untuk mengurangi tekanan emosional. Tindakan ini dapat berupa mencuci tangan berulang kali hingga 100 kali atau lebih dalam sehari, mengecek pintu berkali-kali, hingga mematuhi urutan pakaian yang sama setiap hari.
Bentuk lainnya meliputi perilaku menimbun barang, menyusun benda dalam tatanan tertentu, mengulang ucapan sendiri atau orang lain, mengajukan pertanyaan sama berulangkali, serta mengulang nada, kata, angka, atau irama musik untuk diri sendiri.
Apabila si kecil mengidap OCD, dorongan obsesif dan tindakan kompulsif tersebut dapat muncul sangat intens. Situasi ini berpotensi mengganggu ritme kehidupan harian beserta proses tumbuh kembang mereka.
Meski begitu, kasus OCD pada anak tergolong lebih mudah terdeteksi secara medis karena bentuk gejalanya tampak sangat jelas di permukaan.
Berikut merupakan dua indikasi utama bahwa anak Anda kemungkinan mengidap OCD:
Anak Sering Merasa Tidak Aman
Salah satu gejala mendasar anak mengidap OCD ialah ketika si kecil terus-menerus menanyakan keamanan dirinya, padahal mereka sama sekali tidak berada dalam situasi berbahaya.
"Saya memiliki pasien yang selalu khawatir sesuatu yang buruk akan terjadi pada keluarga mereka," katanya.
Beberapa tanda lain yang patut diwaspadai mencakup rasa takut berlebih pada kuman hingga membasuh tangan terus-menerus, kecemasan berlebih akan terserang penyakit, serta rasa cemas berlebihan saat berpisah. Contohnya, mereka enggan menginap di rumah kerabat karena cemas hal buruk menimpa orang tuanya.
Anak Membutuhkan Kepastian Bahwa Mereka Tidak Menyakiti Siapa pun
Anak dengan gangguan OCD umumnya merasa cemas secara berlebihan bahwa tindakan mereka telah mencederai atau merugikan orang lain.
Gejala spesifik yang kerap muncul misalnya saat anak berulangkali bertanya, “Kamu masih sayang aku, kan?”