Waspadai 5 Sikap Pasangan yang Suka Merendahkan dalam Hubungan

Waspadai 5 Sikap Pasangan yang Suka Merendahkan dalam Hubungan
Ilustrasi Pasangan Suka Merendahkan.

JAKARTA - Perbedaan pandangan dalam sebuah hubungan asmara sejatinya merupakan hal yang lumrah.

Namun, jika pasangan kerap melontarkan kata-kata bernada meremehkan, memotong pembicaraan, atau membuat Anda merasa tidak cukup baik, situasi ini sebaiknya tidak dianggap sebagai sekadar gurauan biasa.

Perilaku merendahkan terjadi saat seseorang berbicara atau memperlakukan individu lain seolah-olah dirinya jauh lebih unggul.

Dalam jalinan hubungan romantis, tindakan ini mampu membuat pasangan merasa tidak dihargai sekaligus merusak rasa percaya diri secara perlahan.

Mengutip Verywell Mind, psikoterapis Oona Metz menuturkan bahwa perilaku merendahkan dapat teridentifikasi melalui ucapan maupun cara seseorang memperlakukan pasangannya.

Sikap Pasangan yang Suka Merendahkan

Sering Menyela saat Pasangan Berbicara

Salah satu indikasi pasangan bersikap merendahkan adalah kebiasaannya menyela kala Anda tengah mengutarakan sesuatu.

Ia bisa memotong pembicaraan, mengabaikan pandangan Anda, atau bersikap seolah-olah hal yang Anda sampaikan sama sekali tidak bernilai.

Apabila kondisi ini terus berulang, pola komunikasi dalam hubungan bakal menjadi tidak seimbang.

Anda mungkin pada akhirnya memilih bungkam lantaran merasa opini pribadi tidak pernah diberikan ruang untuk didengarkan.

Menganggap Remeh Kemampuan Pasangan

Pasangan yang gemar merendahkan juga sering menunjukkan gestur seolah Anda tidak kompeten dalam melakukan suatu hal.

Sebagai contoh, ia secara terus-menerus mempertanyakan kapabilitas Anda, menganggap keputusan yang diambil tidak masuk akal, atau merasa dirinya selalu lebih tahu segalanya.

Sikap semacam ini berpotensi memicu timbulnya rasa ragu terhadap potensi diri sendiri, terlebih jika dilakukan secara konsisten.

Melontarkan Sindiran yang Dibungkus sebagai Candaan

Guronan dalam hubungan idealnya tidak menciptakan rasa dipermalukan pada salah satu pihak.

Akan tetapi, pasangan yang suka merendahkan kerap melontarkan kalimat menyakitkan lalu mengelak dengan dalih hanya bercanda.

Misalnya, ia mengejek profesi, penampilan, keahlian, atau keputusan Anda, kemudian menuduh Anda terlalu sensitif saat merasa tersinggung.

Menurut Oona Metz, pola perilaku seperti ini tergolong sebagai salah satu wujud sikap merendahkan yang wajib diwaspadai.

Membuat Pasangan Merasa Tidak Pernah Benar

Tindakan merendahkan juga terlihat tatkala pasangan tiada henti mencari celah kesalahan dan membuat Anda merasa tidak mampu mengerjakan sesuatu secara benar.

Ia mungkin gemar mengkritik, mempertanyakan keputusan Anda, atau mengumbar nada bicara yang memosisikan Anda lebih rendah darinya.

Jika pola ini mengakar terus-menerus, hubungan dapat bergeser menjadi pola komunikasi yang tidak sehat dan membuat salah satu pihak kian tertutup.

Membuat Anda Meragukan Diri Sendiri

Aksi seperti gaslighting, meremehkan pengalaman, atau menyudutkan Anda seolah-olah bertindak berlebihan juga amat perlu diwaspadai.

Pasangan bisa menyangkal hal yang pernah diucapkan atau dilakukan, lalu menggiring Anda mempertanyakan ingatan serta penilaian diri sendiri.

Menurut terapis Saba Harouni Lurie, perilaku merendahkan dapat mencuat tatkala seseorang enggan menerima sudut pandang pasangannya atau menolak jalan kompromi seusai berselisih.

Cara Menghadapi Pasangan yang Suka Merendahkan

Apabila pasangan menunjukkan gelagat tersebut, tindakan awal yang dapat ditempuh yakni membicarakannya secara terbuka.

Ungkapkan tindakan mana yang membuat Anda merasa tidak dihargai beserta dampaknya terhadap kondisi mental Anda.

Psikoterapis Oona Metz menyarankan agar seseorang mengutarakan perasaannya secara tegas tanpa perlu membalas menggunakan tindakan merendahkan.

Anda juga berhak menetapkan batasan tegas terkait tata cara berkomunikasi yang patut ditoleransi dalam hubungan.

Bila pasangan bersedia menyimak dan membenahi perilakunya, konseling atau terapi pasangan dapat menjadi sarana untuk memperbaiki dinamika komunikasi.

Namun, apabila perilaku pasangan justru membuat Anda merasa terancam atau tidak aman, keselamatan serta kesehatan mental wajib ditempatkan sebagai prioritas utama.

Dalam situasi tersebut, meminta bantuan dari kerabat yang dipercaya atau tenaga profesional dapat membantu merumuskan keputusan terbaik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index