Mendagri Serahkan Bantuan Duka Korban Gempa di Nagekeo NTT

Mendagri Serahkan Bantuan Duka Korban Gempa di Nagekeo NTT
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyalurkan bantuan duka kepada sejuta ahli waris korban yang tutup usia akibat bencana gempa, tatkala melanjutkan peninjauan penanganan pascabencana di Desa Waekokak, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Santunan dari Kementerian Dalam Negeri dengan besaran masing-masing Rp15 juta tersebut diserahkan langsung oleh Tito di lokasi posko pengungsian Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Selasa (18/8).

"Pada kesempatan ini kami juga ini memberikan tali asih kepada warga yang keluarganya wafat, meninggal dunia. Nanti biasa dari Kementerian Sosial ada juga bantuan yang nilainya Rp15 juta, tapi ini khusus dari Kementerian Dalam Negeri kami juga memberikan dengan angka yang sama Rp15 juta," kata Mendagri dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Selama berada di area penampungan tersebut, Mendagri mendengarkan secara cermat beragam aspirasi serta aduan yang disampaikan oleh warga lokal perihal situasi yang dialami.

Pada momentum yang sama, Mendagri turut menyerahkan alokasi bantuan tunai sebesar Rp100 juta yang diterima oleh Kepala Desa Waekokak. Bantuan dana ini ditujukan guna membantu meredam kesulitan hidup warga desa setempat.

Lebih jauh, Mendagri menuturkan bahwasanya pihak pemerintah fokus memprioritaskan pemenuhan pasokan sembako susulan beserta pasokan air bersih bagi masyarakat. Di samping itu, distribusi tenda darurat dan selimut bakal terus ditingkatkan.

"Dan yang terakhir tadi adalah irigasi. Irigasi mungkin kalau tadi disampaikan ada 100 hektare irigasinya ada yang patah, saya akan sampaikan ini segera kepada Menteri Pertanian," ungkapnya.

Mempertimbangkan langkah pemulihan sektor pertanian yang kerap dijalankan Kementerian Pertanian (Kementan), kendala rusaknya irigasi persawahan tersebut dapat ditanggulangi melalui pengerahan pompa air. Lewat solusi ini, area persawahan diharapkan bisa kembali teraliri pasokan air.

"Sehingga airnya bisa mengaliri sawah-sawah itu yang saya sarankan nanti kepada Menteri Pertanian," tutur Mendagri.

Agenda peninjauan lapangan ini turut didampingi oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Nagekeo Imanuel Ndun, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, serta jajaran pejabat terkait.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index