Kinerja Lautan Luas Diproyeksi Tetap Tumbuh Positif Semester II 2026

Kinerja Lautan Luas Diproyeksi Tetap Tumbuh Positif Semester II 2026
PT Lautan Luas Tbk.

JAKARTA — PT Lautan Luas Tbk. (LTLS) memproyeksikan tren positif hasil usahanya bakal terus berlanjut pada paruh kedua tahun 2026. Keyakinan ini didorong oleh situasi pasar yang kian kondusif serta tingginya angka pemesanan dari para konsumen.

Head of Investor Relations Corporate Communications and ESG Lautan Luas Eurike Hadijaya menyebutkan bahwa sejauh ini seluruh kegiatan operasional perusahaan berjalan tanpa kendala berarti. Pihaknya meyakini laju ekspansi yang terukur sejak paruh pertama 2026 dapat dipertahankan hingga penghujung tahun.

"Semester I masih baik sampai akhir tahun. Semester II kami harapkan bisa lebih baik karena situasi lebih stabil," kata Eurike dalam kunjungannya ke kantor Bisnis Indonesia, Rabu (19/8/2026).

Eurike memaparkan bahwa salah satu fondasi utama penopang capaian LTLS adalah penerapan manajemen stok barang yang presisi. Langkah ini membuat perseroan sanggup mengamankan pasokan barang konsisten untuk para pembeli di tengah gangguan logistik.

Melalui pendekatan operasional tersebut, LTLS tidak sekadar berperan sebagai perantara perdagangan biasa, melainkan bertindak sebagai penjamin ketersediaan pasokan bagi sektor manufaktur.

Ia menegaskan bahwa kondisi rantai pasok global saat ini relatif membaik. Bahkan, perusahaan sanggup memasok kebutuhan pelanggan baru yang tengah memburu pasokan cadangan akibat hambatan dari pemasok lain.

"Ada customer non-existing karena mereka tidak dapat suplai akibat gejolak geopolitik," tutur Eurike.

Ia menggarisbawahi bahwa kapabilitas LTLS dalam menjaga cadangan produk terbukti krusial, terutama di tengah tingginya permintaan industri yang melampaui volume penawaran pasar tahun ini.

Mengingat sebagian besar pemesannya datang dari pabrik pengolahan, perseroan berpeluang besar mendongkrak realisasi penjualan tatkala kebutuhan material mentah skala industri melonjak.

Jika ditinjau dari wilayah pemasaran, sekitarnya 90 persen perolehan omzet LTLS dipasok dari transaksi dalam negeri. Pasar domestik pun diproyeksi tetap menjadi tulang punggung kinerja bisnis hingga penutupan 2026.

Di samping menjaga kelancaran stok, perseroan memiliki fleksibilitas penyesuaian tarif guna menanggung imbas membengkaknya beban operasional bisnis.

Eurike menuturkan penambahan beban modal kerja dapat diteruskan ke dalam kalkulasi harga penyerahan barang akhir, termasuk sewaktu terjadi lonjakan harga bahan bakar minyak.

Sikap optimistis ini selaras dengan raupan keuangan LTLS sepanjang semester I/2026. Perseroan berhasil mengantongi pendapatan konsolidasi sebesar Rp5,11 triliun, atau naik 21,2 persen jika disandingkan dengan perolehan periode sama tahun lalu senilai Rp4,22 triliun.

Kenaikan omzet penjualan ini berbanding lurus dengan peningkatan profitabilitas perusahaan. Laba operasional berhasil dikumpulkan sebanyak Rp348 miliar atau melesat 68,9 persen year-on-year, sementara EBITDA melambung 47,8 persen hingga menyentuh angka Rp411 miliar.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham induk melonjak 56,4 persen menjadi Rp124,49 miliar dari posisi sebelumnya sebesar Rp79,60 miliar.

LTLS mengoperasikan tiga divisi usaha utama yang berfokus pada ranah distribusi, manufaktur, serta penyediaan layanan pendukung.

Pada segmen distribusi, perusahaan menjalin kemitraan strategis dengan lebih dari 100 prinsipal global untuk memasok lebih dari 1.000 jenis bahan kimia bagi 2.000 konsumen industri di kawasan Indonesia hingga Asia Pasifik.

Adapun pilar manufaktur disokong oleh 12 unit pabrik pengolahan lokal serta 2 fasilitas produksi di China. Sementara untuk divisi jasa mencakup pengujian laboratorium, manajemen logistik, pengolahan limbah air, hingga integrasi teknologi informasi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index