Angka Obesitas Rendah Indonesia Tembus Enam Besar Paling Bugar 2026

Angka Obesitas Rendah Indonesia Tembus Enam Besar Paling Bugar 2026
Ilustrasi Jogging.

JAKARTA — Sejumlah negara tercatat memiliki prevalensi tingkat obesitas dewasa yang rendah sehingga berhasil masuk ke dalam jajaran negara paling bugar di dunia. Indonesia turut menorehkan prestasi dengan menembus posisi 10 besar dalam pemeringkatan global tersebut.

Merujuk pada publikasi data Seasia Stats yang mengacu pada laporan World Obesity Atlas 2025, tingkat obesitas dewasa di Indonesia tercatat sebesar 11,52 persen, yang menempatkan Indonesia di urutan ke-6 sebagai negara paling bugar di dunia.

Jepang berhasil menduduki peringkat teratas dengan prevalensi obesitas dewasa terendah sebesar 5,57 persen. Keberhasilan ini tidak terlepas dari pola makan harian masyarakatnya yang menjadi faktor penentu utama.

Menu harian warga Jepang secara tradisional didominasi oleh konsumsi ikan, sayuran, nasi, serta ragam olahan makanan fermentasi, yang umumnya disajikan dalam porsi makan terukur dan moderat.

Gaya hidup aktif juga terintegrasi dalam keseharian warga Jepang. Rutinitas berjalan kaki serta pemanfaatan moda transportasi umum menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian alami dari kehidupan sehari-hari.

Korea Selatan berada di posisi kedua dengan catatan prevalensi obesitas dewasa sebesar 7,24 persen. Menu kuliner masyarakatnya banyak mengandalkan asupan sayuran, hasil laut, serta hidangan fermentasi seperti kimchi.

China menyusul di peringkat ketiga dengan angka 8,37 persen. Di tengah laju urbanisasi serta perubahan pola hidup yang pesat, China tetap mampu mempertahankan tingkat obesitas dewasa yang tergolong rendah dibandingkan banyak negara lain.

Indonesia sukses mengamankan posisi keenam dengan tingkat prevalensi obesitas dewasa sebesar 11,52 persen. Hasil ini menjadikan Indonesia sebagai satu-satunya perwakilan kawasan Asia Tenggara yang menembus jajaran delapan besar negara berobesitas terendah.

Masuknya Indonesia dalam daftar ini menjadi capaian menarik di tengah dinamika perubahan gaya hidup dan pola konsumsi masyarakat yang terus berkembang. Posisi Indonesia berada tepat di bawah Taiwan yang mencatatkan angka 11,27 persen.

Sementara itu, Prancis menjadi wakil Eropa dengan posisi tertinggi di urutan keempat lewat prevalensi 10 persen, disusul Swiss di posisi ketujuh dengan 12,47 persen yang ditopang oleh tingginya aktivitas luar ruangan masyarakatnya.

Denmark menutup deretan delapan besar dengan tingkat prevalensi 13,55 persen. Tingginya budaya bersepeda dan mobilitas aktif menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian tak terpisahkan dari keseharian warganya.

Kendati kerap diasosiasikan sebagai pemeringkatan negara paling bugar, perlu dipahami bahwa indikator utama yang digunakan murni berdasarkan prevalensi obesitas dewasa. Angka yang rendah tidak serta-merta menjamin seluruh populasi memiliki tingkat kebugaran fisik yang tinggi.

Kebugaran individu dipengaruhi oleh beragam faktor multidimensional, seperti intensitas olahraga, kebiasaan makan, kecukupan istirahat, status kesehatan, hingga kualitas lingkungan tempat tinggal. Oleh sebab itu, peringkat ini sebaiknya dipandang sebagai acuan data obesitas semata, bukan tolok ukur tunggal kebugaran suatu bangsa.

Berikut adalah daftar delapan negara dengan tingkat prevalensi obesitas dewasa terendah di dunia:

Jepang - 5,57 persen

Korea Selatan - 7,24 persen

China - 8,37 persen

Prancis - 10 persen

Taiwan - 11,27 persen

Indonesia - 11,52 persen

Swiss - 12,47 persen

Denmark - 13,55 persen

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index