Mourinho Ungkap Peran di Balik Keputusan Bertahan Vinicius Jr

Mourinho Ungkap Peran di Balik Keputusan Bertahan Vinicius Jr
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho [FOTO: NET].

JAKARTA - Jose Mourinho membeberkan kontribusinya terkait keputusan Vinicius Jr untuk meneruskan karier di Real Madrid. Pelatih asal Portugal tersebut mengaku sempat berdiskusi secara langsung dengan Vinicius saat masa depan sang pemain masih diliputi ketidakpastian. Sebelumnya, Vinicius Jr berada di 12 bulan terakhir kontraknya bersama Santiago Bernabeu.

Situasi ini sempat membuka celah bagi klub lain, termasuk Arsenal, untuk merekrutnya secara cuma-cuma pada musim panas mendatang. Namun, negosiasi berakhir dengan hasil berbeda setelah Vinicius Jr meneken kontrak baru berdurasi enam tahun dengan Real Madrid awal bulan ini.

Mourinho yang kini berusia 63 tahun menceritakan percakapannya dengan Vinicius melalui program televisi Spanyol, "El Chiringuito". "Vinicius telah jatuh cinta pada Real Madrid," tutur Mourinho via BBC, Rabu (19/8/2026). "Satu-satunya hal yang saya katakan kepadanya adalah: 'Vini, ke mana kamu ingin pergi? Kamu hanya pernah berada di Brasil dan hanya mengenal Real Madrid."

"Kamu baru akan benar-benar memahami Real Madrid saat kamu pergi. Saat kamu pergi, barulah kamu menyadari apa itu Real Madrid. Jangan pergi. Itu tidak sepadan,'" tutup pelatih Real Madrid itu.

Pasca-pembicaraan tersebut, Vinicius akhirnya memilih untuk tetap berseragam Real Madrid dan mengikat kontrak enam tahun. Mourinho menilai perkembangan tim turut memengaruhi keputusan tersebut karena Vinicius mendapatkan kesan kuat dari proses perubahan serta cara kerja tim.

"Saya rasa apa yang ia rasakan terkait perkembangan tim, serta cara kami bekerja dan berkembang, telah memberinya kesan yang sangat mendalam." Mourinho sendiri baru kembali ke Real Madrid untuk periode kedua setelah sebelumnya melatih Benfica.

Mourinho juga memiliki pengalaman menghadapi Vinicius saat masih menangani Benfica, di mana kedua tim bertemu tiga kali di Liga Champions musim lalu. Pada leg pertama babak play-off fase gugur, laga sempat terhenti delapan menit setelah pemain Real Madrid menuduh Gianluca Prestianni melakukan pelecehan rasial terhadap Vinicius. 

Prestianni membantah hal tersebut, namun UEFA menjatuhkan sanksi larangan bermain tiga laga kepada Prestianni terkait perilaku homofobik.

Mourinho saat itu membela Prestianni sekaligus memberi dukungan kepada Vinicius. "Prestianni adalah pemain saya. Titik. Tidak perlu diperdebatkan lagi. Jika Prestianni adalah pemain saya, sekalipun ada 20 pemain yang menyerang saya, saya akan tetap membela Prestianni. Selesai," ujarnya. "Menurutku, Vini sekarang tahu di pihak mana aku berada, dan dia tahu bahwa dia bisa menatap mataku serta mengandalkanku untuk mendukungnya," kata Vini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index