Akuisisi Cycle & Carriage, Chandra Asri Boyong Merek Mercy dan Kia

Akuisisi Cycle & Carriage, Chandra Asri Boyong Merek Mercy dan Kia
Mercedes-AMG GLE 63 S dan GLS 63 mendapatkan penyegaran dari sisi performa dan tampilan [FOTO: NET].

JAKARTA – Emiten milik Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) dipastikan akan menguasai berbagai hak lisensi perdagangan otomotif di Singapura dan Malaysia setelah merampungkan proses akuisisi Cycle & Carriage (C&C). Jajaran merek papan atas dunia seperti Mercedes-Benz, Peugeot, sampai Kia bakal berada di bawah naungan Chandra Asri.

Adapun Cycle & Carriage merupakan entitas bisnis otomotif dengan rekam jejak panjang di kawasan regional sejak 1899 dan memegang perwakilan bagi sejumlah merek terkemuka global di Singapura serta Malaysia. 

Perusahaan tersebut adalah anak usaha Jardine Cycle & Carriage yang mengoperasikan lini otomotif di Singapura dan Malaysia dengan persentase kepemilikan saham masing-masing sebesar 100% dan 97,1%.

Untuk wilayah Singapura, beberapa merek populer berhasil diboyong oleh Cycle & Carriage, di antaranya Mercedes-Benz, Mitsubishi Motors, Kia, Citroën, DS Automobiles, Maxus, ORA, Smart, Peugeot, hingga Leapmotor. Mercedes-Benz menjadi salah satu pelopor merek yang didatangkan C&C dari Eropa pada 1951. 

Sementara itu, brand otomotif kenamaan Kia asal Korea Selatan baru diboyong C&C pada rentang 2000, menyusul Mitsubishi Motors yang telah dihadirkan dari Jepang sejak 1977.

Di Malaysia, C&C turut menggenggam deretan lisensi yang identik dengan lini bisnisnya di Singapura. Portofolio bisnis C&C di Negeri Jiran diisi oleh merek-merek ternama seperti Mercedes-Benz, Leapmotor, Peugeot, hingga Kia.

Menilik laporan keuangan sepanjang paruh pertama 2026, C&C sejatinya membukukan perolehan profit yang disetorkan kepada Jardine Cycle & Carriage Ltd. senilai US$11,8 juta. Angka tersebut mencatatkan penurunan jika dibandingkan perolehan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai US$16,3 juta.

Pihak manajemen menerangkan bahwa penurunan kontribusi C&C dipicu oleh merosotnya angka penjualan mobil penumpang baru di Singapura hingga 20%. Di saat yang sama, volume penjualan mobil bekas juga terkoreksi sebesar 16%.

Sebelumnya, lewat keterbukaan informasi di Bursa Singapura, manajemen Jardine Cycle & Carriage Limited memaparkan bahwa aksi akuisisi oleh Chandra Asri akan mendatangkan keuntungan senilai US$221 juta bagi pihak Jardine C&C.

”Estimasi harga pembelian atas Aset yang Dijual yang akan dibayarkan secara tunai oleh Pembeli kepada Perseroan pada saat penyelesaian transaksi adalah sekitar S$265 juta atau sekitar US$207 juta. Transaksi yang diusulkan tersebut akan menghasilkan keuntungan dari pelepasan aset sekitar US$221 juta,” kata manajemen dikutip Jumat (21/8/2026).

Pihak JC&C menjelaskan bahwa pelepasan lini bisnis otomotif ini berorientasi pada peningkatan imbal hasil bagi para pemegang saham lewat manajemen portofolio yang aktif serta alokasi modal yang terukur. 

Di samping itu, transaksi tersebut memberi kesempatan bagi perusahaan untuk merealisasikan nilai bisnis dari Cycle & Carriage, sejalan dengan fokus perseroan pada pasar utama di Indonesia lewat PT Astra International Tbk. (ASII) dan di Vietnam melalui Truong Hai Group Corporation, Refrigeration Electrical Engineering Corporation, atau Vietnam Dairy Products Joint Stock Company.

“Secara keseluruhan, Transaksi yang Diusulkan memungkinkan JC&C merealisasikan nilai dari bisnis Cycle & Carriage seiring dengan fokus kami pada pasar inti di Indonesia dan Vietnam, serta memberikan hasil yang positif bagi pemegang saham, sekaligus menempatkan Cycle & Carriage pada posisi yang tepat untuk terus berkembang di bawah pemilik barunya,” tegasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index