Swiatek Lolos Semifinal Cincinnati Usai Rybakina Mundur Cedera

Swiatek Lolos Semifinal Cincinnati Usai Rybakina Mundur Cedera
Petenis Polandia Iga Swiatek [FOTO: NET].

JAKARTA - Langkah Iga Swiatek menuju semifinal Cincinnati Open 2026 berjalan mulus setelah Elena Rybakina tidak dapat melanjutkan pertandingan perempat final akibat mengalami cedera pergelangan kaki kiri, Jumat WIB.

Swiatek tengah memimpin 4-1 saat Rybakina yang sedang memegang servis pada posisi 40-15 mulai merasa kesakitan pada pergelangan kaki kirinya, tepat seusai gagal memenangi reli di area net.

"Saya merasa sedikit takut karena saya tidak tahu apakah pernah melihat pemain mengalami cedera seperti itu," kata Swiatek.

Gangguan fisik yang dialami Rybakina tampak saat Swiatek melayangkan pukulan passing persis ke arah kakinya. Atlet asal Kazakhstan tersebut gagal mengembalikan bola, lalu menggenggam kedua lututnya sebelum tampak kesulitan bertumpu saat bersiap melakukan servis berikutnya.

Sesudah memperoleh penanganan tim medis di tengah gim, Rybakina akhirnya memutuskan untuk menyudahi laga beberapa saat kemudian.

"Saya tidak yakin karena dia jelas terlihat tidak baik-baik saja. Tetapi kemudian dia meminta perawatan, jadi saya tidak tahu apakah dia akan kembali atau tidak," ujar Swiatek.

Swiatek mengungkapkan bahwa penghentian sementara pertandingan untuk penanganan medis menuntutnya harus ekstra menjaga fokus agar ritme permainannya tidak mengendur.

"Saya berusaha tetap fokus dan siap karena jeda seperti itu bisa benar-benar mengganggu ritme dan momentum. Tetapi kemudian saya merasa sangat sedih untuknya," kata juara Toronto tersebut.

Rybakina membeberkan bahwa gangguan cedera itu sebenarnya sudah membayanginya sejak lama, walau mulanya masih bisa diatasi hingga ia mengarungi deretan turnamen lapangan keras.

"Pertandingan melawan Magdalena Frech di babak ketiga, dengan pertandingan yang sempat terhenti karena hujan, membuat saya mulai lebih merasakannya. Setelah itu saya benar-benar mengambil satu hari untuk beristirahat," kata Rybakina.

Ia menambahkan bahwa fisiknya sempat terasa lebih baik sebelum laga kontra Swiatek dimulai, namun satu manuver serta tumpuan mendarat yang salah membuat cedera lamanya kembali kambuh.

"Saya berharap bisa mengetahui lebih banyak mengenai masalah ini dalam beberapa hari ke depan," ujar Rybakina yang mengaku bahkan kesulitan berjalan setelah pertandingan.

Keputusan Rybakina untuk mundur sekaligus menutup kesempatannya merebut takhta nomor satu dunia milik Aryna Sabalenka. Usai Sabalenka gugur di babak keempat di tangan Sara Bejlek pada Rabu, Rybakina sebenarnya wajib melangkah hingga partai final Cincinnati jika ingin menggeser posisi Sabalenka dari puncak WTA Rankings.

Atas hasil tersebut, Sabalenka dipastikan tetap menghuni posisi teratas dunia saat melakoni US Open pekan mendatang.

Di babak semifinal, Swiatek sudah ditunggu oleh Jessica Pegula. Petenis Polandia itu memegang keunggulan 7-5 secara rekor pertemuan, kendati Pegula berhasil mengamankan kemenangan pada empat duel mereka di lapangan keras.

"Jessie terlihat berbeda dari saya ketika bermain, tetapi dia memiliki feeling yang hebat dan kemampuan luar biasa untuk memprediksi ke mana lawan akan mengarahkan bola," kata Swiatek.

"Bolanya datang dengan sangat keras dari raketnya dan sulit ditebak. Ini pasti akan menjadi tantangan."

Swiatek juga menaruh perhatian pada motivasi ekstra Pegula yang tampil sebagai wakil tuan rumah.

"Petenis Amerika juga biasanya lebih bersemangat bermain di turnamen Amerika, jadi saya akan siap menghadapi versi terbaiknya. Kami sudah memainkan banyak pertandingan ketat dan dia juga pasti senang bermain di sini. Saya akan siap," ujar Swiatek.

Ambisi Swiatek adalah merengkuh gelar Cincinnati secara beruntun. Apabila berhasil mempertahankan takhtanya, ia akan mencatatkan diri sebagai petenis tunggal putri kedua sejak era 2004 yang sanggup mencapainya, mengekor jejak Serena Williams pada edisi 2014 dan 2015.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index